"Kalau sudah besar kita jadi detektif ya,promise"
"Hah,mimpi itu lagi"
"My lovely,have you woken up,please come to the down stair"terdengar suara wanita paruh baya dari lantai bawah yang memanggil anak laki-laki satu-satunya.
"Ok,mom"
Laki-laki itupun bangun dari tempat tidurnya dan bersiap-siap untuk mandi.
Beberapa menit kemudian...
Terdengar suara dering yang tak asing baginya ya itu ponselnya.Diapun mengambil ponselnya dan melihat lima panggilan tak terjawab tertera di layar HPnya,diapun menelfon kembali pemilik nomor tersebut.
"Hallo"tanyanya.
"woii Kazeki,why don't you answer my phone?"teriak Petter teman dekat lelaki tersebut.
"I'm so sorry bro,tadi aku lagi di kamar mandi,kau tidak tau saja kalau aku paling lama di kamar mandi"jawab Kazeki dengan mengelus telinganya yang rasanya bisa tuli karena mendengar teriakan petter,ini untung masih lewat hp.
"Tentulah aku tau apa kebiasaan sahabatku bro"jawab Petter dengan agak jengkel.
"Kamu gak lupakan sekarang ada latihan di sekolah,don't forget to bring your gun"lanjut Petter sembari mengejek.
"Yeaaa I know it,aku gak akan lupa"jawab Kazeki kesal.
"Ok,I will be waiting for you in the school,bye"
"Bye".
-------------
Setelah selesai ber siap-siap,Kazeki pun turun untuk menyantap sarapanya.
"Good morning mom,dimana Papa?"tanya Kazeki kepada wanita paruh baya yang sedang meletakan roti di meja makan.
"Oh,your Father,dia sudah pergi"jawab mamanya yang bernama Risu.
"Oh.."balas Kazeki dengan rawut wajah biasa saja menutupi rawut wajah sedihnya.
"Don't be sad my love,cepat habiskan sarapanmu nantik kamu jadi telat ke sekolah,sekarang sudah jam 6 AM"kata Risu dengan mengelus puncak kepala anaknya sembari memberikan semangat Mama ini benar-benar peka.
Sesudah sarapan,Kazeki pun berpamitan kepada mamanya dan pergi ke sekolah menggunakan motor ninja hitam yang menjadi motor kesayangannya.menelusuri kota New York yang sudah ramai,walaupun ini masih pagi sekali.
Tak lama kemudian dia pun tiba di sebuah gedung yang tidak terlalu besar tetapi menjadi primadona di kota New York.Karena saking sengitnya siswa-siswi yang ingin masuk sekolah ini,dan gedung itu bernama Internasional higt school sekolah yang menjadikan Kazeki bisa seperti saat ini.
Ketika ia ingin melangkahkan kakinya masuk ke gerbang sekolah,langkahnya terhenti karena mendengar teriakan seseorang yang tak asing baginya.Yep,itu adalah teman dekatnya yang menganngapnya seperti saudaranya sendiri,bukan bermaksud untuk Kazeki tidak menganggapnya sebagai saudaranya juga.
"Hai bro,kenapa lama sekali sih,aku sudah menuggumu dari tadi,nih liat kulit ku ini nantik jadi hitam gara-gara hanya menuggumu"teriak Petter di samping Kazeki yang membuatnya sekali lagi mengelus telinga yang dia masih sayangi.
"I'm so sorry bro,tadi ada sedikit masalah di rumah"jawab Kazeki dengan rawut wajah kesal,gak seharusnya dia memikirkan hal yang sesepele ini.
"Tak usah di pikirkan lagi bro,yang lalu biarkanlah berlalu,sekarang kau fokus saja kepada latihan menembak nantik,kalau saja kau tak fokus bisa-bisa kamu salah sasaran dan menembak cewek-cewek yang sangat ngefans denganmu bisa saja mereka bilang aku gak papa di tembak kok asalkan itu Kazeki hahh memang ya mereka cuma sok sok lewat,akhir akhirnya juga ngeliatin,yang diliat cuma prince Kazeki"lanjut Petter yang di geplak kepalanya langsung oleh Kazeki.
YOU ARE READING
About US
Teen FictionKazeki Moulborin.Tampan,pintar,cool,hobinya menembak dan mengidolakan Sherlock Holmes.Tetapi dia harus pindah ke Japan meninggalkan kota New York yang memiliki banyak kenangan untuknya KENANGAN YANG MANIS dan pahit. Rayuki Asahi.Ceroboh,lelet,pendia...
