Daldal mengikuti balapan yang di adakan di circuit bebas. Ia mengeluarkan motor kesayangannya. Ia salah satu pembalap dari 25 pembalap yang ikut di kejuaraan.
"Kamu masih ingat circuit ini kan?" Deo han mengingatkannya.
"Ini kan circuit pertama kali aku melakukan balapan." Daldal memicing.
"Hehehe," deohan tersenyum.
"Kenapa kalian memaksaku?!" Daldal masih melirik tajam. "Aku harus melewati berbagai circuit dan musim tau ga!"
"Hanya di liga ini kamu bisa menduduki juara melawan pria. Di juara internasional tidak bisa."
"Aku tahu."
Jihong menarik yoondo untuk duduk di kursi peserta. Yoondo tak ingat ia menyetujui permintaan seniornya itu.
Jihong duduk di kursi yang paling depan. Ia melirik daldal yang sudah siap untuk melakukan balapan.
"Sejak kapan kau menyukai balap motor?" Yoondo memicingkan matanya.
"Aku menyukai balap motor sejak dia belajar memasuki circuit." Jihong menunjuk ke arah daldal.
"Gadis itu?" Yoondo berdecak. "Dia gadis gila yang mengikuti olah raga sport seperti ini."
Pertandingan dimulai. Daldal membiarkan dirinya menduduki urutan belakang. Ia mempelajari satu persatu lawannya. Mengingat 25 putaran cukup lama jadi ia berkesempatan untuk mengawasi musuh musuhya satu persatu.
Menjelang putaran ke 23 daldal mulai mengejar. Seluruh pemain kewalahan menghadapi daldal. Gadis itu memotong cantik pembalap urutan pertama sebelum menyentuh garis finish. Yoondo tak percaya gadis itu memiliki skil yang menakutkan.
-
Daldal menerima juara pertama. Ia menyerahkan piala itu ke timnya.
"Gimana? Seru kan?" deohan menaikan alisnya.
"Iya iya." Daldal tersenyum.
"Minggu depan akan diadakan kualifikasi international. Kau mau mencoba lagi?" Managernya menggoda daldal.
Daldal tak ingat pernah mencoba memasuki babak kualifikasi setelah ia bergabung tiga tahun yang lalu.
"Terserah."
"Daldal." Jihong mendekat.
"oppa!!" Daldal memeluk jihong erat. Suara manja daldal membuat yoondo paham akan situasinya."Oppa kenapa tidak bilang mau datang?"
"Aku kan mau memberimu kejutan." jihong menatap yoondo. "Daldal, perkenalkan ini yoondo."
"Aku jung yoondo." Yoondo merasa senang di kenali dengan pacar sunbenya.
"Daldal. Choi daldal." Daldal tersenyum. "Oppa, dia pria yang kau bilang itu?"
"Ahh iya. Dia yang akan ku jodohkan pada kamu." Ucapan jihong membuat yoondo tercekik.
"Sunbe, apa maksudnya ini? Bukan kah dia pacarmu?" Yoondo tak mengerti.
"Pacar?" Deohan menyambung. "Jihong itu kakaknya daldal."
"Kakak? Tapi.."
"Marga kami berbeda kan? Dia ni sepupu ku." Jihong menjelaskan.
-
Daldal menatap rumah sakit haesung. Ia tak ingat sudah berapa lama ia tak main ke rumah sakit ini. Yang ia ingat rumah sakit ini sangat bersejarah.
Daldal masuk dan duduk di dekat meja administrasi. Ia memainkan ponselnya. Menunggu jihong datang.
Yoondo datang mendekat ke meja administrasi. Ia melihat gadis itu duduk di kursi dengan nyaman.
"Dokter jung. Pasien di bangsal 403 memanggil anda terus." ucapan suster itu membuat daldal menoleh.
"Ahh, yoondo." Daldal mendekat ke yoondo. "Oppa dimana?"
"Kalau kau mencari sunbe kau seharusnya menghubunginya dulu." yoondo melirik tajam.
"Kenapa kau ketus kali? Apa salah aku datang ke kantor oppa?"
"yang salah itu mengapa kau yang jadi adeknya sunbe!!" Yoondo menyolot.
Mereka merasa tegang. Yoondo biasanya marah marah jika ia merasa kecewa.
Daldal terdiam. Ia tak bisa berkata setelah ucapan yoondo menyentuh hatinya lagi.
Ia teringat akan kenangan buruk. Tanpa sadar daldal menangis.
"Daldal?" Jihong muncul dari belakang. Ia pun mendekat. "Daldal, kau kenapa?"
Jihong melirik yoondo. Ia tahu wanita tersayangnya pasti dibentak oleh seseorang.
"Kau apakan adikku?" Jihong melirik tajam.
Yoondo terdiam. Jihong memasang wajah kecewanya. Ini kali pertama ia melihat wajah jihong sekecewa itu padanya.
"Oppa, tidak apa apa." daldal menghapus air matanya dan tersenyum.
Jihong marah melihat senyum itu. Senyum palsu yang dilabuhkan daldal.
Tiba tiba suara sirine berbunyi. Jihong, yoondo dan daldal berlarian ke UGD. Banyak sekali korban yang berdatangan.
"Ada apa ini?" Yoondo menarik salah satu dokter jaga.
"Di distrik 3 terjadi gempa bumi. Beberapa bangunan runtuh. Korban dilarikan ke 13 rumah sakit."
Jihong mengambil alih pasien yang baru muncul. Ia memeriksa keadaan pasien itu.
"Siapkan ruangan operasi sekarang." jihong pergi.
Yoondo pun mencari beberapa orang yang bisa ia obati. Tak lama ia pun ikut masuk ke ruang operasi.
VOCÊ ESTÁ LENDO
Get Married
RomanceChoi Daldal lari dari kenyataan. Ditengah pelariannya itu, Sang kakak malah mempertemukannya dengan Jung Yoondo, seorang juniornya di kedokteran. Namun siapa sangka mereka malah dipaksa menikah. Siapkan secangkir kopi untuk mendengarkan setiap detai...
