L I A M
A K U mendengus ketika melihat lautan manusia di kantin di siang hari yang panas ini. Kyle yang berjalan di sampingku terus mengoceh menjelaskan berbagai hal yang ada di organisasi ini. Selain departemen genetika yang mulai hari ini kupimpin, terdapat beberapa departemen lain.
Duh, aku nggak peduli.
Selama aku nggak diganggu dan selama penelitianku tidak dicuri-seperti di organisasi sebelumnya-aku akan bekerja dengan baik.
Hari ini, Kyle merekomendasikan makan siang di kantin. Sekalian berkenalan dengan peneliti yang lain, katanya. Aku mengedarkan pandanganku dan tersenyum dalam hati ketika melihat beberapa spesies pria yang begitu menggiurkan.
Ah, sayangnya aku punya policy untuk tidak menyantap pria yang bekerja di tempat yang sama.
Sayang sekali.
"Liam, kau mau makan apa?" Tanya Kyle sambil menatapku dengan tatapan penuh puja.
Aku menyeringai dalam hati. Well, siapa sih yang nggak bakal tertarik denganku? I have a swimmer body with a baby face and smooth white skin. Juga mata berwarna biru langit dan rambut ungu mulus yang menggoda untuk disentuh.
Dengan tubuhku ini, aku selalu berhasil menyantap target-target one night stand-ku.
"Apa saja, yang menurut kamu enak," ucapku sambil tersenyum manis dan menyentuh lengan Kyle dengan sedikit elusan, membuat empunya menatapku dengan penuh nafsu.
Hmm.
Kyle segera meninggalkanku dan berjalan menuju stand makanan. Aku mengedarkan pandanganku dan menemukan beberapa peneliti yang kukenal melambaikan tangannya ke arahku. Aku melambaikan tanganku balik, dan melangkah riang ke arah mereka.
Tak lama setelah aku duduk dan mengobrol tentang berbagai hal-salah satunya mengenai diriku yang sudah terkenal meski ini baru hari pertamaku bekerja-Kyle datang dengan nampan berisi makanan yang terlihat begitu menggiurkan. Tak berselang lama, aku sudah sibuk mengunyah sandwich yang tak kuduga begitu enak rasanya.
Kyle menjelaskan bahwa makanan di kantin sengaja diwajibkan enak agar para peneliti tidak harus repot dengan memikirkan kemungkinan mendapatkan makanan enak. Aku mulai bersyukur menerima ajakan gabung dengan organisasi ini.
Tiba-tiba aku dikejutkan dengan keramaian yang terjadi tak jauh dari tempatku duduk. Aku menolehkan pandanganku namun aku tak dapat melihat sumber keramaian karena terhalang beberapa orang.
"Seperti biasa. Dia selalu menjadi sumber perhatian." Wilson menyeletuk.
"Siapa?" Aku mengernyit penasaran.
"Sean, dari departemen IT," jawab Kyle dengan wajah masam.
"Kenapa dengan wajahmu?" Tanyaku heran, sambil terkikik geli.
Andrea tertawa sambil menepuk-nepuk pundak Kyle yang lesu. "Gebetan si Kyle dicuri sama si Sean."
Aku ber-oh panjang. Poor you, Kyle.
"Ish, tapi si Vanny juga dari awal tertariknya sama Sean, kan?" Ujar Gery sambil menyeringai.
Andrea mengangguk sambil ikut menyeringai geli. "Dengar-dengar dari gosip, yang ngejar emang si Vanny dan yang nembak duluan juga si Vanny."
Aku tertawa. "Ah, itu sih kamu udah nggak ada kesempatan, Kyle."
Andrea, Gery dan Wilson ikut menertawakan Kyle, membuat Kyle cemberut kesal.
Aku menyeruput cola-ku dan melirik kembali ke arah kerumunan yang tak jauh itu. "Jadi, penasaran sama pasangan ini."
"Kamu pasti kagum deh. Mereka pasangan paling dikagumi. Sean itu ganteng banget dan Vanny cantik banget kayak dewi yunani. Klop deh." Andrea menjelaskan dengan menggebu-gebu.
Aku menaikkan sebelah alisku. Sean, ya? Hmm.
Gery tiba-tiba menunjuk ke keramaian. "Tuh, liat deh. Yang cewek pirang dan semampai dengan dress biru itu si Vanny. Dan pria yang digaetnya itu si Sean."
Dari arah kerumunan, muncul sepasang pria dan wanita. Si wanita terlihat begitu cantik dan sang pria... oh my fudging god. He is a damn sex-god.
Rambut coklatnya terlihat keriting diujung, membingkai wajah tampan dengan rahang yang menggoda untuk disentuh beserta bibir merah yang begitu menggoda untuk digigit. Kedua matanya memancarkan keramahan juga kelembutan, membuatku meleleh. Jangan lewatkan bentuk badannya. Damn. So sexy. Look at those muscle.
"Wah, Liam sampai terbengong-bengong gitu." Andrea menyelutuk.
Aku melirik wanita yang sedang menyeringai ke arahku. Andrea tau banget aku doyan pria seksi macam Sean.
Aaaargh. Tapi aku kan sudah bertekad untuk tidak menyantap sesama rekan kerja. Dan sudah bertahun-tahun aku berhasil menahan diri.
Tapi...
Forget it.
Aku kembali melirik pria seksi yang sedang berjalan meninggalkan kantin. Pantat seksi yang terbalut jeans itu bergoyang, membuatku panas.
Aku menggigit bibirku, berusaha untuk tidak meloncat dan berlari ke arah pria seksi itu.
Dia sudah punya pacar, ugh!
No. It's fine. Selama masih pacar, masih sah buat dicuri. Aku menyeringai lebar.
Hmm, tunggu aku Sean. Kau akan menjadi milikku tak lama lagi.
.
P20170530
.
YOU ARE READING
Seducing The Gentleman
General FictionLiam jatuh cinta. Ini pertama kalinya ia merasakan nikmat dunia yang satu itu. Selain demi memulai hidup baru di organisasi yang baru dimasukinya, Liam menemukan tujuan hidup baru. Dan pria yang berhasil mencuri hatinya tak lain tak bukan adalah ang...
