1● Idiots

218 27 32
                                        

"No matter what perfect you are trying to hide your feelings. Its gonna show itself someday." -Chemistry

Lagu 'Despacito' milik Luis Fonsi featuring Justin Bieber mengalun keras melalui speaker radio di mobil Rafa. Seperti hari-hari sebelumnya, Rafa berada di halaman depan rumah Faris, untuk menjemput bocah itu berangkat sekolah.

"Anjir ini Si Faris ngapain aja sih di dalem? PR kimia gue belum kelar!" Rio bermonolog.

Sedikit info, dalam mobil Rafa sudah terisi three idiots yang kerjaannya numpang mulu. Ketiganya adalah, Rio, satu-satunya classmate Faris yang paling jarang bikin PR dan paling gagal move on.

Yang kedua, Arjuna, cowok cool yang doyan ngehack aplikasi dan website-website, jomblo sejak lahir dan mempunyai otak paling encer. Yang ketiga, Dean, cowok dengan rekor mantan terbanyak diantara mereka berlima, suka tebar pesona dan kapten basket.

Yang keempat, Rafa, manusia tajir putra dari komite sekolah, dikenal paling setia dengan pasangannya karena mencapai rekor 3 tahun hubungan tanpa kata putus.

Yang kelima, Faris, nama lengkapnya Alfariski Bagaskara. Cowok biasa-biasa saja yang tidak punya pengalaman dengan cewek sebelumnya dan anggota klub bulutangkis di sekolah. Satu-satunya hal yang bisa diingat dari Faris adalah; Faris benci kimia.

"Ya kerjain sekarang, Yo! Lo gimana sih?" Arjuna membuka suara.

Rafa yang berada di jok pengemudi ikut menoleh ke arah tiga sahabatnya di belakang. "Lo gimana sih, Jun. Rio mana bisa ngerjain soal begituan, yang ada sampai kelas dia nyalin punya Risa."

"Lo kok kenal Risa, Raf?" tanya Rio penasaran, karena sseingatnya Rafa tidak pernah sekelas dengan Risa sebelumnya.

Rafa mengangkat kedua alisnya dua kali, "Yoi, dia temennya Gina."

Arjuna melirik Dean yang dari tadi asyik memainkan ponselnya, yang diasumsikan sedang mengicar cewek baru lagi. "Yan lo bantuin Rio bikin PR tuh!"

Dean menoleh dan mengalihkan pandangannya dari ponsel dan menyahuti perkataan Arjuna, "PR apa?"

"Kimia." Rio menjawab enteng.

"Astagfirullah..., Jun lo ngejek gue! Lo kan tahu sendiri nilai UH kimia gue kemarin dapet tiga puluh."

Rafa yang mendengar kalimat Dean barusan mendelikkan matanya tidak percaya, kemudian menahan tawa. "Alhamdulillah, akhirnya seorang Dean jujur tentang nilai kimianya."

Terdengar suara pintu jok penumpang depan terbuka, kemudian tampaklah seorang cowok enam belas tahun mengenakan seragam putih abu-abu dengan tas yang disampirkan di pundak kanannya.

"Sorry lama." ucap Rio. Mereka sudah hafal betul kata apa yang akan diucapkan Faris setelah duduk di jok, maka dari itu Rio mengucapnya duluan sebagai sindiran.

Faris menyengir mendegar perkataan Rio, sambil membenarkan dasinya yang belum terpasang secara rapi.

"Ris, PR kimia lo udah?"

Yang ditanya lantas menoleh ke belakang menatap Rio dengan tatapan tajam, Faris tidak suka pelajaran itu disebut-sebut pagi ini. "Astagfirullah belom!" Faris memasang ekspresi kaget yanh dibuat-buat.

ChemistryHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora