Tak terasa gelap pun jatuh
Diujung malam menuju pagi yang dingin
Hanya ada sedikit bintang malam ini
Mungkin karena kau sedang cantik cantik nya
Lalu mataku merasa malu
Semakin dalam ia malu kali ini
Kadang ia juga takut
Tatkala harus berpapasan ditengah pelariannya -untuk perempuan yang sedang dipelukan-
Malam yang sunyi ditemani bintang bintang tanpa sang rembulan. Kesedihan yang tak pernah ia nampakkan dihadapan orang. Ia jaga dan ia simpan tatkala orang terkasih bersamanya.
Dreeet..dreeet..dreeet
Getaran handphone yang ada disaku celana membuatnya tersadar kembali kedunia nyatanya. Entah apa yang sedang dipikirkan lelaki muda itu.
4 massages from Dodi
Dodi : dim, pak wasri jatuh sakit
Dodi : dia kena stroke
Dodi : besok lu yang gantiin dia ngajar di SMA karya mulya
Dodi : ini amanat dari bu eri
Dimas : innalilahi, iya besok gua ke SMA
Dodi : oke nyet👌
●●●●
Kriiiiing..kriiing
Belum sempat tiga kali alarm weker berbunyi dia sudah melemparnya dan menjadikan jam itu sangat menyedihkan.
Jam dinding sudah menunjukan pukul 06.17 tapi zara belum juga membuka matanya dan melepas selimut yang melilit tubuhnya. Dia terlalu nyaman.
"Raaa..zaraaa.." teriak ibun
"Astagfirullah zaraaaa, anak perawan jam segini belum bangun yaa" omel ibun. "Heey bangun.." ucap ibun sambil menepuk nepuk zara
"Iiiih ibun apa sih orang lagi bobo juga" jawab zara dengan suara serak khas org bangun tidur
"Emang kamu libur sekolah? Ini udah jam set 7 kurang loh"
"Haaaah" teriak zara yang tiba tiba bangun dari tempat tidurnya dan langsung ngedumel
"Ibun kenapa sih gak bangunin aku?" Omel zara sambil masuk kedalam kamar mandi
"Lah kamu itu loh yang kebluk tidur nya" jawab ibun dengan santai nya
Setelah siap, zara langsung turun ke bawah dan meneriaki nama kakak tersayangnya.
"Kak ezraaaa, kaak"
"Kakakmu udah berangkat tadi. Sini sarapan dulu" ucap ibun
"Ibuuun, knp ka ezra ninggalin aku? Terus aku sama siapa berangkat sekolahnya?"
"Lagian kamu bangunnya siang, nanti ibun anter ya sampe depan rumah hehe" jawab ibun dengan nada bercanda nya
"Gamau sekolah ah bun,nanti rara kesiangan terus suruh ngerjain matematika lagi sama pak odet." Ucapku sambil menyuapkan nasi goreng yang ibun buat.
"Yaaa resiko itu mah, suruh siapa bangunnya siang."
●●●●
Peeeng,perengpeng peng peng peng peng
Suara khas motor pesva sudah terdengar dari kejauhan.
"Nak dimas.. hey.. mau kemana?" Tanya ibun sambil melambaikan tangannya
"Hmmm iya bu apaa?" Jawab dimas sambil membuka helm retro yang dipakai nya karna suara ibun tidak terdengar jelas ditelinganya
"Nak Dimas mau kemana?"
"Ah mau ke kampus bun, kenapa emg?"
"Ini titip zara yaa, dia udah kesiangan ga ada kendaraan. Si ezra udah berangkat tadi pagi pagi."
"Iiih ibun masa aku naik motor pesva siih, aku kan pake rok,terus kalo rambut aku berantakan gimana?" protes zara
"Udah ga usah dijadiin alesan, ikut aja sama ka dimas ya dia temennya ka ezra ko baik" bujuk ibun
"Rara udah tau kali bun, kan ka dimas suka nginep dirumah"
"Yaudah kalo mau bareng ayo, kebetulan kita kan se-arah."
Sebenarnya zara malas naik motor pesva milik dimas, tapi apa boleh buat dari pada kesiangan sampai kesekolahnya.
●●●●
"Makasih" ucap zara ketus sambil berjalan meninggalkan motor yang ditumpanginya
"Hmm iya sama sama, eeh zara zara"
"Apalagi si?" Sambil membalikkan badannya menghadap dimas
"Itu helm nya" tunjuk dimas ke kepala zara
"Eh iya ya" jawab zara sambil meraba kepalanya. "Hehe maap ya"
"Iyaa.."
"Aduuh ka aku ga bisa buka helmnya"
"Sini kaka bantu" sambil memajukan tangannya bersedia untuk membukakan helm zara.
Treek.. "hmm sekali lagi makasih ya ka buat tumpangannya sama buat bantuin buka helm nya" ucap zara tulus
"Hmm iya sama sama, nah gitu dong bilang makasih nya yang tulus jgn kaya tadi kaya kaktus berduri, serem."
"Hmm ya ya ya"
●●●●
Teeet..teeet..
Bunyi bel dua kali menandakan jam istirahat telah tiba. Siswa siswi yang kelaparan segera menyerbu kantin. Berdesakan sudah menjadi rutinitas bagi siswa siswi SMA karya mulya. Mereka mencari makanan yang bisa memenuhi perutnya yang kosong. Begitupun juga dengan zara yang menjadi salah satu orang yang berada dikerumunan itu.
"Aah akhrinya gua bisa juga nyobain sempolan mang endis" ucap zara lega bisa keluar dari kerumunan itu sambil terus mengaduk sempolan yang dicampur dengan caos diplastik bening itu.
Bruukk..
Zara bengong seperti tidak percaya, sempolan yang susah payah ia dapatkan jatuh ke aspal yang berdebu. Kini ia sudah siap memaki siapa saja yang menabraknya dari belakang dan menyebabkan jajanan nya terjatuh.
"Ehh.. lo kalo jal--" amuk zara terhenti ketika ia melihat sosok yang tampangnya sangat mengganggu iman. Bak pangeran tak berkuda.
"Eeh sorry yah gua ga sengaja, tadi lagi buru buru" ucap rizky sambil menepuk pundak zara dan berlalu meninggalkannya.
"Eeh i iya gpp" ucap zara merelakannya pergi.
Sudah dipastikan jika saja yang menabraknya tadi itu ucup atau orang lain (kecuali rizky) zara akan mencaci dan memarahinya. Beda dengan rizky. Ya rizky siswa terganteng se-SMA karya mulya itu. Zara sudah lama memendam rasa pada rizky, namun sudah menjadi rahasia umum karna ulah teman temannya yang mulutnya ember. Patah hati mungkin sudah biasa ia makan sehari hari karena melihat rizky dengan tazkya yang berpacaran.
-Dimas Tarata Gibran-
-Zara Fildza shanum-
-Rizky Fajar wiyatama-
-haii,hallo?-
Ini cerita aku untuk yang pertama kalinya diwattpad, maapkan ya kalo gaje.
Minta kritik dan sarannya yaa
Salam -
YOU ARE READING
ENDLESS LOVE
Teen FictionKetulusan cinta itu bukan di cari tapi di resapi. Kamu tidak akan sadar seseorang dengan tulus mencintaimu saat ia masih bersamamu. Tapi saat ia hilang, kamu akan menyadari seberapa tulus ia mencintaimu. -Dimas Tarata Gibran
