Ketika kau dan aku dipertemukan dengan tak sengaja. Lalu ku mencari sosok dirimu yang kemudian menghilang tanpa kabar.
Apakah ku ingat dikala kau bertanya dengan teman sebaya tentang nomor ponsel yang ada? Kau menemukan nomor itu bukan.
Ketika aku mengetahui itu, aku disini ditempat ini menunggu pesan bahkan panggilan masuk darimu. Menunggumu yang tak kunjung datang.
Dikala sore menjelang, kau datang. Dengan tanpa dugaanku, menceritakan kejadianmu dihari lalu. Kau mengajakku berjalan maju. Keluar melihat senja. Dikala itu, apakah kau ingat?
Untuk kali ini apakah kau ingat? Bahwa kau telah membuat janji.
23/05/2017
YOU ARE READING
Angin Lalu
PoetryKata demi kata yang berlalu bersama angin-angin malu; Aku yang kau anggap angin lalu, yang berlalu dengan kenangan pilu, yang tak kau hirau dari tahun ke tahun. Menunggumu hingga waktu berlalu, yang memendam rindu hingga menggebu-gebu. Itulah aku.
