Andrea's POV
Sekarang masih Juli. Anggap saja sekarang bulan Juli. Masih musim kemarau. Panas. Sebenarnya, walaupun bulan Desember, di sini juga tetap panas.
Aku berdiri sendirian di balkon rumahku, menatap pemandangan luar rumah. Jalan yang tidak terlalu lebar, orang-orang yang berlalu lalang, anak-anak kecil yang bermain, terlihat seperti film yang diputar monoton. Sekarang sudah jam 2 sore tetapi hawa-nya masih sepanas ini.
TV mati. AC mati. Lampu mati. Sejak dari tadi disini mati listrik. Bahkan suara TV yang berganti-ganti channel karena ulah adik-adikku yang berebut remot pun hilang. Biasanya jika mati listrik, mereka lebih memilih untuk pergi ke rumah temannya.
Mereka adalah Jessie dan Joshua. Adik kembar yang super jahil dan nakal. Mereka sudah kelas 5 SD. Kadang aku emosi dengan ulah mereka. Mereka suka menakut-nakuti orang lain dengan menyuruh Licky–anjingku untuk mengejar orang yang lewat di depan rumah kami. Mereka pernah menaruh ulat dengan sengaja di atas kepala temannya dan berkata "di atas kepalamu itu apaan?" agar orang yang dijahili menyentuh atau mem-penyet-kan ulat tersebut di kepala mereka sendiri.
Tetapi, karena mereka aku juga dapat mengenal seorang teman. Saat itu sedang musim petasan, Duo-J(Joshua & Jessie) bermain petasan di siang hari saat orang tua kami pergi bekerja. Dan saat itu kebetulan ada anak seumuranku yang sedang lewat depan rumahku dengan berjalan seorang diri. Seperti biasa, aku hanya mengawasi mereka dari balkon. Joshua dan Jessie mulai berbisik, mereka merencanakan sesuatu. Aku tahu ini akan terjadi. Aku mulai lari ke dalam rumah, menuju tangga dan menuruninya, menerobos pintu utama.
Dan...
*DOR*
Petasan meledak, Anak itu tertunduk sambil menangis, dan sepatunya terlempar. Aku berlari kearah Duo-J dan anak itu. Anak itu siapa? Kalian pasti akan menebak kalau anak tersebut seorang gadis dan aku akan jatuh cinta padanya. Haha, dan itu memang benar, tapi aku tidak jatuh cinta. Tolol.
Aku menolong anak tersebut. Mendudukkannya, dan mengambil sepatunya. Aku melepas kaos kakinya yang bolong dan daerah sekitarnya hangus. Bolong itu berdiameter kurang lebih 3 cm. Kakinya luka, luka bakar dan yang masih baru dan berwarna merah, darah mulai keluar perlahan, kulit di dekat mata kaki ini mengelupas dan bau gosong. Dia menangis tanpa suara.
"Ambilkan kotak P3K sekarang!" Aku berteriak kepada Duo-J dan mereka berlari kedalam rumah mengambil kotak P3K.
***
Dan setelah kejadian petasan tersebut kami mulai berteman. Ternyata dia tetanggaku sendiri. Sebenarnya Aku sudah tau sih, dia sering berada di rumah ujung jalan dekat taman. Dan dia juga satu sekolah denganku saat SMP. Tapi, itu dua tahun yang lalu. Saat aku masih kelas 9. Sekarang aku kelas 11, tepatnya besok. Besok hari pertama aku kelas 11.
Anak itu adalah Van. Vanesia Binamukti. Dia lulus bersamaan denganku, setelah itu dia pindah keluar kota. Sekolah di sebuah SMA negeri di luar kota. Tapi,semua itu tidak menghalangi kami untuk tetap berkomunikasi satu sama lain.
Dua minggu lalu aku mendapat kabar bahwa Van akan kembali tinggal di sini dan bersekolah di sekolah sama denganku.
Aku senang sekali. Maka dari itu, aku menunggu mobil dari keluarga Van kembali ke rumahnya. Selama Van ke luar kota, rumah itu dihuni oleh kakak Van dan Ibunya. Aku jarang kerumah mereka. Buat apa? Van kan tidak ada dirumah.
***
"Jos, Aku kemarin nemuin duit lima ribu dekat sumur di taman"
"Lha cuma mangewu aja pamer"
"Ngaku aja kamu iri, pengen juga yakan?"
"Mbahmu itu pengen. Aku pernah nemu sepuluh ribu di kuburan"
"Mbahmu mbahku"
Suara dari kamar mandi itu membuat aku ingin memergoki apa yang mereka lakukan. Kubuka pintu kamar mandi.
"Ngopo mas?" tanya Jessie.
"Itu kenapa bantal sofa kalian cuci?"
"Dipipisin Licky" kata Joshua sambil menyikat bantal itu didalam ember.
Aku mengguyur dan membilas bantal tersebut dan membawanya keluar rumah untuk dijemur. sudah tidak terlalu panas, sudah jam empat kurang rupanya.
Lalu Duo-J membuntutiku dari belakang sambil ngobrol.
"Mas, tadi katanya ada orang kecelakaan itu tau nggak?" tanya Joshua.
"Siapa?"
"Nggak tahu" jawabnya.
Aku segera menaiki tangga menuju ke kamar dan membuka pintu.
Van?!!!
---
Hai hai hai '-')/
gimana chapter pertamanya? Agak absurd sih emang. Hehe, saya newbie :'v . Oh iya, btw saya ada 3 chapter 1. Ada chapter 1a,1b, dan 1c. Rilisnya barengan.
Oh iya, jangan lupa voment ya gaes ;* ;*
***
Note penulis
Agustus 2023 : astaga cringe banget gak nahan. Emotnya emot ascii tapi kenapa gitu 😭👎
YOU ARE READING
J & J
AdventureI dunno what it is, I wrote this in 2016, and I hadn't published the story yet. But maybe I'll upload some chapters here because it is fun to read lmao ----- nggak tau ini apa, aku nulis ini dulu di tahun 2016 tapi belum aku publish, dibaca baca l...
