-Nisel Pov-
Aku berdiri menatap pagar sekolah ku yang baru, mengambil nafas sambil berjalan masuk ke halaman sekolah yang luas. Aku kini telah masuk Sma 'Harapan Bangsa' Sekolah elite di kawasan Jakarta, karena pertukaran pelajar yang membuat aku harus pindah kesini.
Aku berjalan sambil menundukan kepala dan tak meliht sekiar, ternyata...
BRUKKK
Dahi ku sukses menyentuh (lebih tepatnya menyeruduk) dada bidang entah milik siapa, kemudian aku mengelus dahiku.
"Sorry ya gak sengaja, maaf-maaf." Ucapku meminta maaf.
Namun dia hanya menatapku dengan sinis dan langsung pergi,
"Dasar sombong." Batin ku mengoceh lalu kembali jalan koridor sekolah baru ku.
.
.
.
.
.
THIS IS LUKA
.
.
.
.
.
.
.
.
Aku menatap ruang yang bertuliskan 'kepala sekolah' dan mengetuk pintunya beberapa kali. Lalu beberapa detik kemudian pintu yang tadi ku ketuk terbuka, menampilkan guru berbadan gempal dengan warna lipstick yang merah menyala, lalu melirik sekilas nam tag nya yang bertuliskan 'Sinur Sitanggang'.
"Oh, kamu anak baru itu ya?" Tanya Kepsek tadi dan aku jawab dengan anggukan kepala.
"Mari masuk." Ajaknya dan kemudian aku masuk ruangan itu.
"Duduk dulu ya, ibu mau melihat kamu akan masuk kelas mana. Tunggu sebentar disini, oke?"
"Oke." Jawabku singkat.
Aku menyapukan pandangan ku ke foto-foto yang tergantung rapih di dinding, namun ada yag jaggal. Aku melihat ada foto ibu Kepsek tadi dengan kaka kelas yang tadi ku tabrak yang sedang membawa piala yang bertuliskan 'Juara 1 Olimpiade Sains'.
Mata ku melotot saat melihatnya,
"Apakah mungkin si sombong itu anak pintar? mukanya si muka pintar namun sangat sombong." Batin ku tak percaya.
Tak lama lamunan ku buyar kerena kedatangan bu Sinur yang berjalan ke arah ku sambil memegang secarik kertas.
"Mari kamu ikut saya, saya akan menunjukan kelas mu." Katanya, lalu hanya ku jawab dengan anggukan.
Kami berjalan melewati koridor kelas yang telah sepi karena jam pelajaran yelah berdering sejak tadi. Aku dan bu Sinur berjalan dan berhenti di ruang kelas ramai yang bertuliskan 'X-Mipa3'. Saat bu sinur masuk, semua diam dan duduk dengan rapih di tempatnya.
"Selamat pagi anak-anak." Sapa bu Sinur.
"Selamat pagi bu."Jawab mereka serempak.
"Hari ini kalian kedatangan teman baru dari pertukaran pelajar dengan Sma Tribakti, silahkan perkenalkan dirimu." Kata bu Sinur mempersilahkan.
"Halo, nama saya Nisel Tri Desti." Kataku memperkenalkan diri.
"Nah Nisel, silahkan pilih tempat duduk faviorite mu." Kata bu Sinur.
Mata ku tertuju pada kursi baris ke satu, urutan ke dua. Lalu menuju kursi itu. Kelihatannya nyaman karena dari situ kelihatan lapangan degan pohon yang rindang.
"Oke, terima kasih perhatiannya, saya akan kembali ke kantor, Selamat pagi." Kata bu Sinur lalu pergi meninggalkan kelas dengan bunyi ketukan sepatunya yang perlahan mengecil dan menghilang.
Keadaan kelas kembali ramai dengan ocehan murid lelaki berbadan gempal bergigi sedikit mancung.
"Gila, untung dia gak netap jadi penunggu sini. Bisa gila gue kalo setiap hari yang gue liat dia." Katanya sambil menghela nafas.
Aku melirik sebentar nam tag murid itu dan bertuliskan 'Aldy Asikin'
"Apalagi gue, bisa-bisa jadi kurus kering badan gue." Kata murid yang berbadan gempal yang nam tag nya bertuliskan 'Daniel Gultom'.
"Weh anak baru, bagi gue duit sini." Kata anak lelaki berambut berantakan bernama Yodi, yang ku balas dengan tatapan sinis.
"Emang lu pikir gue emak lo apa." Kata ku, menantang.
"Yeh, ngelawan." Kata Yodi kesal.
"Udah Yod, dia kan cewe. Masa lu mau palakin." Kata Murid berkaca mata ber nam tag 'Hendrawan'.
Teriakan anak perempuan mengintrupsi kegiatan mereka. Anak-anak yang berbondong ke luar ke arah lapangan indor di samping kelas. Banyak teriakn yag meneriaki nama 'William Jhonson' namun aku pun tak tahu sipa yang di teriaki.
"Siapa sih si William Jhonson?" tanya ku entah pada siapa dengan alis saling bertautan.
"Lo gak tau?" Kata perempuan cantik bermata sipit di sebelahku, lalu ku jawab dega gelengan kepala.
"Dia itu, kapten basket Sma Harapan Bangsa. Ya bisa di bilang dia itu idola sekolah ini." Jelasnya.
"Oh..." Balas ku ber-oh ria.
"Kenalin, nama gue Metha Amalia, panggil aja metha." Katanya sambil menjabat tanganku.
"Nisel." Kata ku singkat sambil membalas jabatan tanggannya dan tersenyum.
*******
HAY kenalin gue veronica *cling* , tadinya gue nulis di wattpad juga nama akun lama gue VeroAlif, karena lupa pass nya jadi buat baru *huhu*
Makasih yang udah baca ^^ Semoga sukaaa, terimakasih udah mampir ^^
YOU ARE READING
This is Luka
Teen FictionNisel, seorang gadis perpindahan pelajar yang mengalami banyak problema cinta. Ada tangis, ada senyum dan masih banyak lika-liku percintaan.
