SECOND: Fate

37 11 8
                                        

Suwarsih sangat senang mendengar ucapan dari Raka. Yang tadi habis menelpon Daniel.
Ya! Sekarang mereka sedang di rumah+kedai bubur milik nenek Daniel.

"Oh! Jadi aku tidak perlu ribet-ribet menyuruhnya ke kantor polisi. Karena dia sudah berada disana duluan." ucap Suwarsih seraya pergi, meninggalkan tempat itu.

Nenek Daniel pun panik, ia memohon pada Suwarsih agar tidak menuntutnya. Iya! Suwarsih ingin menuntut Daniel dengan tuntutan palsu, dia membuat laporan palsu tanpa diketahui oleh siapapun.

"Raka, tolong jaga tokoku!" ucap nenek. Ia mengikuti Suwarsih dari belakang yang ingin ke kantor polisi.

Raka yang mendengar ucapan nenek Daniel, hanya mengangguk saja.

***

Saat Daniel masih mencari tahu tentang Viona di kantor polisi. Tiba-tiba Suwarsih datang dengan Raihan menghampirinya dengan wajah licik miliknya.

"Pak! Saya ingin menuntut anak ini, karena dia yang membuat anak saya ingin bunuh diri." ucapnya tiba-tiba. Santai? Banget. Kayak gak punya rasa bersalah gitu.

"Ada apa ini?" tanya Daniel, sambil melihat neneknya yang tiba-tiba datang dengan tergesa-gesa.

Tiba-tiba neneknya berlutut di kaki Suwarsih, sambik memohon agar tidak menuntut Daniel dan tidak mengeluarkannya dari sekolah.

"Nenek, apa-apaan ini? Mengapa nenek berlutut di kaki bu Suwarsih?" tanya Daniel dengan bingung.

Polisi yang tadi pagi membantu nenek Daniel agar tak berlutut lagi. Karena tidak pantas orang yang lebih tua berlutut di kaki orang yang lebih muda darinya.

Neneknya terus memohon agar tak mengeluarkan Daniel dari sekolahnya dan tak menuntutntya. Tapi, apa reaksi Suwarsih? Ia hanya menatap nenek itu dengan tatapan menjijikan dan mengucapkan perkataan yang seharusnya tidak diucapkan kepada orang tua.

Daniel menyuruh Viona untuk keluar dari kantor polisi dulu sebentar, tapi Viona menggelenv tidak mau. Dan, terpaksa Daniel menarik tangannya secara kasar membawa Viona keluar dari tempat itu.

"Tunggu disini! Jangan kemana-mana!" perintahnya, dan berlalu pergi dari hadapan Viona.

Ia kembali ke dalam ruangan itu. Dan disitu Daniel masih melihat neneknya yang masih memohon pada Suwarsih.

Daniel melihat wajah Raihan yang ketakutan dan gugup. Ia jadi ingat suatu hal

~flashback~

Daniel berjalan dilorong, dan melewati ruangan pak Raihan. Ia melirik ke ruangan itu yang pintunya terbuka sedikit.

Tadinya Daniel ingin langsung berjalan. Tapi langkahnya terhenti saat dia melihat Raihan yang sedang menelpon Suwarsih dan sepertinya sedang membicarakannya.

"Raihan, apakah laporan tuntutannya sudah selesai?" tanya Suwarsih dari sebrang sana.

"Sedikit lagu bu," jawab Raihan. Reflek, ia melihat Daniel yang sedang mengintipnya, ia langsung menutup telpon dan membereskan berkas-berkasnya.

Daniel lebih memilih untuk berjalan lagi, daripada bertanya.

~flashback~

RiddleStories to obsess over. Discover now