Alya'S POV
Aku berlari terbirit birit menuju pintu depan , Hari pertama sekolah oiiii malah lambat . Huftttt
"Non.. Sarapannyaa " ujar bibi sambil sedikit berteriak melihat ku berlari melewati dapur
" Alya buru buru Bi.. pak samit udah si depan kan bi ? " tanyaku denfan nafas yang memburu
" Iya non .. tapi non yakin nggak mau sarapan ? Ini hari pertama non lohh " jawabnya sambil mengangguk
" iya bi yakin , Alya pergi dulu ya bi , Assalamualaikum "
" Waalaikumsalam "
Aku berlari terbirit birit keluar rumah dan menuju ke arah pak samit yang menunggu ku sembari melirik ke arah jam tangannya
" Ayo non " ujar pak Samit saat aku sudah berada di dalam mobil
" Iya pak .. cepat ya " pak samit pun menyalakan mesinnya dan menjalankannya menuju sekolah
Aku mengearahkan pandangan ku menyusuri kota yang baru baru ini ku injak , Jakarta . Bisakah aku bersosialisasi disini ? Bisakah aku memiliki teman disini ? Aishhhh aku benci semua pemikiran iniiiii
Dan akhirnya aku sampai di sekolah baru ini . Untung tidak terlambat ..
Aku berjalan memasuki lorong sekolah yang ramai . Semua mata melirik ke arah ku , dan jujur aku sangat takut dengan tatapan itu , seakan akan aku adalah seseorang yang patut dihindari .. dan itu semakin menghancurkan rasa percaya diriku
" Permisi " aku berbalik dan menemukan seorang laki laki dengan tubuh tegap dan tinggi .
" Kamu ... bentar , nah . Kamu yang namanya Alyazara zzzaa apa ini .. ?" Aku sedikit terkekeh meliatnya yang begitu sulit untung menyebutkan nama ku
" Alyazara zalleesha kak .. " ucapku membenarkan
" Yaitulah pokoknya . Huftt akhirnya gue ketemu juga sama yang marel maksud.. ok , Kamu akan saya antar ke kelas kamu , Ayo ikut saya "
Aku melirik ke arah nama yang berada di bagian dadanya 'Danish Alfairel G.' Nama yang keren
" Apa yang kamu pikirkan ? Saya minta kamu untuk mengikuti saya . Kenapa malah melamun ? " dia sedikit menundukkan badannya agar bisa melihat wajah ku
" Maaf kak fairel , ayo kak " ujar ku agak canggung
" Wahh sebegitu populernya saya sampai murid baru seperti mu juga mengenal saya ? " Ujar kakak tersebut sembari sedikit terkekeh
" nggak usah panggil fairel .. gue labih suka dipanggilnya singkat , jadi panggil gue kak rel aja " Aku hanya mengangguk , ntah orang tersebut melihat ku atau tidak. Dia berjalan lurus , aku hanya mengikutinya di belakangnya
Yaiyalah aku kenal .. kan ada nama di bajunya :v
Sepanjang perjalanan aku terfokus pada lapangan sekolah yang menurutku cukup luas itu , tatapan ku melirik ke arah laki laki yang tengah memantul mantulkan bola basket .. satu kata. Tampan .
Ahh enakya di jakartaaa.. banyak cowo ganteng , ya walaupun di kota asalku juga ganteng .. tapi cowo disini ganteng buangettttt ahh
Dug
"Aww" lirihku sembari memegang jidat ku yang terkena punggung manusia tinggi itu
"Kamu ini kenapa sih ? Banyak pikiran ? Jangan melamun terus ya, Ini kelasmu . Saya akan kembali lagi saat istirahat untuk memperkenalkan banyak hal tentang sekolah ini " sambil mengacak rambut ku . Tanpa Ekspresi
" Makasih banyak yakak " ujar ku sambil tersenyum . Masih tanpa ekspresi . Dia diam dan membalikan badannya lalu berjalan menghindari ku
Aku mengintip melalui celah pintu kelas yang sedikit tertutup itu . Cukup ramai . Eh salah , sangat ramai . Oh tidak . Aku benci ini
YOU ARE READING
Simply You Know
Teen Fiction" Andai mencintai , dicintai , memiliki , dan dimiliki bisa berada dalam satu garis tali yang sama tanpa adanya luka , sakit , dan gangguan dari burung kecil yang ingin hinggap di tali ini , pasti aku akan tetap pada garis ini . Tetap teguh tanpa t...
