Hai guys, let me tell you about my story.
Ceritaku dimulai sejak aku duduk di bangku sekolah dasar (SD). Setiap kali mendekati tanggal ujian, hatiku selalu berdebar-debar. Aku hanya bisa berdoa dan berserah sepenuhnya pada Tuhan.
You know why? Karena aku akan mendapat surat tagihan dari sekolah. Ini terjadi karena aku selalu membayar uang sekolah terlambat, bukan karena papa mamaku tidak mau membayar tapi karena penghasilan yang minim disertai dengan kebutuhan sehari-hari.
Tidak hanya takut guys, perasaan malu,sedih juga mengghingapi diriku di saat-saat seperti itu.
Jadi, tidak jarang pula papa atau mamaku datang ke sekolah untuk meminta keringanan dari sekolah. Walaupun aku tau dengan jelas dan melihat sendiri, saat mama dan papaku memohon keringanan dibentak-bentak oleh kepala sekolah.
Tapi, mereka tetap berusaha agar aku tetap dapat mengikuti ujian. Saat melihat hal itu, hatiku dipenuhi rasa marah, kecewa, ini menangis rasanya. Hingga terbesit dalam pikiranku, "Sepenting itukah uang? Sesusah itukah untuk mengikuti ujian? "
Yang bisa aku lakukan hanya berdoa dan mempertahankan prestasiku agar dapat beasiswa yang dapat meringankan beban orang tuaku.
Di saat - saat seperti ini, tidak jarang aku mendengar teman-teman mamaku yang sebagian besar mengeluarkan kata-kata yang tanpa mereka sadari melukai hati mamaku. Apakah itu yang dimaksud "I know you so well"? So, satu hal yang aku tau kamu hanya tau masalahku, bukan tau bagimana dan seperti apa caranya aku dapat menghadapi dan menyelesaikan masalahku.
YOU ARE READING
It's Me
Short StorySeringkali orang merasa bahwa mereka sangat mengenal kita dan tidak jarang sekali mereka akan mengatakan "I know you so well" jadi mereka dapat memutuskan apa yang harus kita lakukan. Well, i know you know me so well. But, please let me make my own...
