Chapter 1

200 15 2
                                        

Lura~
"Akkhhh, kenapa aku di lahirkan di keluarga macam ini, itu adalah hal yang paling ku benci di dunia ini. Mulai dari ibu ku, ayah ku, bahkan adik ku. Aku benci mereka semua.

Apa aku harus seperti ini setiap hari? menyayat pergelangan tangan ku samapai darah bercucuran? Ya tuhan aku ingin pergi saja rasa nya.

Kenapa mereka begitu benci diriku hanya karna nilai ku tidak semua sempurna.

Ayah, ibu. Aku ingin hidup seperti adik ku, teman teman ku, seperti remaja pada umum nya. Aku tidak tahan lagi berada di dalam ruangan kotor ini. Aku ingin kembali merasa kan masa remaja ku yang begitu indah. Tetapi kalian malah menyiksa ku seperti ini.

Ayah, ibu. Aku tidak tahan lagi."

Aku pun mengambil pisau kecil ku yang kusimpan diatas meja yang penuh dengan tulisan berwarna merah. Aku mulai menangis untuk ke seribu kali nya, aku pun melihat betapa banyak nya luka di pergelangan tangan ku, tapi bagiku itu hal yang biasa.

Aku mulai menggores kan pisau kecil ku ke pergelangan tangan ku, tetes demi tetes ku lihat di depan wajah ku. Rasa nya lega sekali melihat nya. Sekejap semua pun menjadi hitam.

"Kriiiinnggggggggg" aku tersadar karena bel yang ku pasang di meja belajar ku. Kepala ku pusing sekali, dan aku masih tergeletak di lantai dengan darah yang sudah mengering.

Aku pun bangkit secara perlahan, ini sudah biasa bagi ku. Aku mulai membersih kan kamar ku yang kotor akan darah ku sendiri.

Jam menunjukan pukul 6. Aku harus bersiap ke sekolah, karena kalau tidak, ibu ku akan datang dan membunuh ku, aahh itu melelahkan sekali. Aku pun bersiap dan berangkat sekolah bersama ayah ku. Aku tidak tahu kapan terakhir aku tersenyum kepada semua orang, yang jelas itu sudah lama sekali.

Aku bersekolah di salah satu SMA di jakarta. Dengan wajah datar aku.menyusuri koridor sekolah sampai kedalam kelas ku. Didalam kelas aku hanya belajar, belajar, dan belajar. "Tidak ada waktu untuk bermain, belajar lah!" begitu kata ibu ku. Aku saja tidak pernah bermain bersama teman teman ku apa lagi merasa kan masa remaja yang teman teman ku alami, aku termasuk orang yang pendiam.

Tetapi aku mempunya seorang teman bernama nadia, dia anak yang cantik, tinggi, ideal, dengan rambut yang panjang dan keriting gantung. Dia duduk di bangku sebelah ku. Hanya saja dia tidak pintar dan dan sedikit nakal.

"Heiii!! pagi pagi udah melamun aja" kata nadia mengagetkan ku. "Apa sih, kepala ku pusing tau" "setiap hari bilang nya pusing mulu, ga bosen apa" kata nadia meledek "apa sih kepala ku beneran sakit nad, udah ah sana, aku ingin tidur sebentar" jawab ku. "Yasudah, aku mau ketemu rio dulu, kangenn bangeettttt aaaaa!!"
katanya sambil berlari. "Dasar alay" kata ku sambil memutarkan bola mata ku.

Bellooo, cerita nya abstrak yakkk wkwkwkkw, bodo ah, lagi tahap percobaan nih. Like and comment yak

-nidd
Mei, 15 2k17

WE ARE PSYCOPATHGeschichten, die süchtig machen. Entdecke jetzt