Udara pagi tampak menghiasi kota Jakarta. Asap kendaraan masih belum terlalu memenuhi kota. Matahari juga masih tampak malu-malu menampakkan wujud dari sinarnya yang hangat. Suasana seperti itu tentu juga di rasakan oleh seorang wanita yang sedang duduk bersandar di tepi jendela kamarnya. Ia jelas tidak sedang menikmati suasana tersebut. Kedua matanya hanya bisa menatap kosong pemandangan di luar sana.
"Tante.." Sapa sebuah suara yang sukses membuat lamunan wanita itu buyar. Ia segera mengalihkan pandangan ke arah sumber suara. Di mana di depan pintu kamarnya, terlihat seorang anak kecil, tak lain adalah keponakannya.
"Kesayangan tante sudah bangun!" Wanita itu tersenyum senang, sembari menggendong sosok kecil itu, dan memberikan ciuman selamat pagi di kedua pipi gembulnya.
"Oma panggil suluh tante ikut makan belsama."
"Oke sayang ayo! Kita sarapan pagi bersama."
🍁🍁🍁
"Oh iya ma, kak Hardi sama Kak Maudy kapan pulang?"
"Mama kurang tahu juga Airin. Kemungkinan 2 atau 3 hari lagi. Memangnya kenapa sayang?"
Wanita yang di panggil Airin itu menggelengkan kepala, "Nggak apa-apa, hanya kasihan sama Biyan kalau di tinggal lama lagi oleh kedua orang tuanya. Betul nggak sayang?" Airin menggoda Biyan sehingga bocah itu tertawa di sela makan yang di suapi oleh mamanya.
"Kamu benar. Tapi untungnya mama punya cucu yang nggak rewel, pintar banget bisa mengerti kondisi kedua orang tuanya."
"Yeah Biyan pintal oma!" Biyan berteriak girang.
"Ma."
"Ya sayang?"
"Coba waktu itu Airin aja yang pergi mewakili perusahaan, untuk promosikan produk terbaru ke Bali."
"Hush! Kok tiba-tiba anak mama ini bicaranya gitu sih? Kamu mimpikan papa dan kakakmu lagi ya?"
Mengangguk sedih, "Airin merasa bersalah. Seandainya kalau Airin saja yang pergi, tentu semuanya nggak akan seperti ini. Dan tentunya kedua orang tua Biyan nggak akan sering sibuk seperti ini ma.."
"Jangan merasa bersalah seperti itu sayang. Kakakmu seperti itu juga karena ia sayang padamu. Ia mengerti kalau kamu kewalahan menangani cabang perusahaan papamu."
"Tapi Airin juga kepikiran usaha mebelnya kak Maudy, karena mereka sibuk ngurusin perusahaan papa. Dan Airin juga nggak mau bikin susah kak Hardi melulu. Lagian ada om Darwin kok, yang bisa bantu Airin kapanpun Airin mau. Kasihan Biyan kalau sering di tinggal pergi kedua orang tuanya seperti ini ma, dia masih sangat kecil dan butuh perhatian lebih kedua orang tuanya."
"Baiklah nanti sepulang kakakmu dari luar kota, mama akan coba bicara dan mendiskusikan masalah ini."
"Thank you mom!"
🍁🍁🍁
Airin berjalan cepat memasuki gedung perkantoran milik almarhum papanya, tentunya setelah memarkirkan mobil dengan terburu-buru. Ia sudah terlambat lebih dari 15 menit untuk ikut rapat karena mesti terjebak macet terlebih dahulu.
"Pagi bu." Sapa Lisa sekretaris Airin yang telah menunggu dirinya sejak tadi.
"Pagi. Ayo kita segera menuju ruang rapat."
"Jalannya jangan terburu-buru, nanti bu Airin bisa jatuh. Mereka masih bisa menunggu kok."
"Baiklah. Kamu segera siapkan laporan yang saya minta. Dan pastikan semua berkasnya lengkap."
"Baik bu."
🍁🍁🍁
"Haha kenapa mesti malu Airin? Santai aja lagi. Kan lo juga bos besar di sini." Ujar Dinda sahabatnya Airin.
"Masalahnya tuh gue kan malu. Karena sebagai bos nggak bisa kasih contoh yang baik, gara-gara telat datang."
"Baru kali ini juga lo datang terlambat saat rapat kok. Jadi nggak perlu di permasalahkan."
Airin menghela napas, "Baru jadi bos di bagian penerjemahan promosi produk aja, gue udah kewalahan seperti ini. Apalagi jika harus jadi bos besarnya langsung? Kasihan kak Hardi, tapi salut deh sama dia."
"Gue juga salut kok sama kakak lo itu."
Airin Chintya Naufa.
Wanita berparas indo campuran Indonesia dan Inggris ini, memang terkenal akan kecantikannya. Diam-diam sudah cukup banyak pria yang menaruh hati padanya. Tapi tidak ada yang berani mendekat bahkan untuk sekedar menggoda. Karena selain cantik, ia juga terkenal memiliki sifat galak lengkap dengan juteknya.
Ia penyayang anak kecil, terutama keponakan satu-satunya Fabian Erlangga atau biasa di sapa Biyan. Umur Airin saat ini telah menginjak 24 tahun. Semenjak kepergian papa dan kakak keduanya Andra, karena kecelakaan mobil 3 tahun yang lalu, membuat hidupnya kini benar-benar berubah. Begitulah pandangan Dinda terhadap sahabatnya yang saat ini, masih sibuk membaca laporan yang masuk.
. . . . .
Cerita ketiga dari aku semoga suka ya :D
Oh iya mampir juga ke cerita aku yang sebelumnya.
Berjudul " PRINCE'S CHARMING" dan "PURPLE"
Luv luv <3
VOUS LISEZ
FATE
Roman d'amourThis work is protected under the copyright laws of the Republic of Indonesia ( Undang - undang Hak Cipta Republik Indonesia No. 28 Tahun 2014) =================================== Adrian Rifainoharl (28th) ~ Baik, tampan, pintar, serta CEO dari Relat...
