Pria itu menatap dengan serius berkas yang ada di atas mejanya. Matanya meneliti kata-kata yang ada diberkas itu. Salah sedikit maka perusahaannya akan rugi besar.
Athaya Kaiden Akela, nama pria itu. Menggatikan Ayahnya menjadi CEO Akela Corp saat ia berusia 21 tahun. Terlalu muda. Tetapi, ia tetap harus menggantikan Ayahnya karena beliau berpulang ke Yang Maha Kuasa karena kecelakaan.
Diusianya yang masih muda itu ia juga harus menjadi kepala keluarga untuk keempat adik laki-lakinya.
Satu tahun berlalu, Ibunya menyusul Ayahnya karena penyakit jantung yang diderita.
Diumurnya yang sudah memasuki angka 29 ini. Athaya masih enggan untuk menikah. Jangan berpikir jika ia masih melajang. Tidak, dia sudah memiliki seorang kekasih yang sudah ia pacari selama 4 tahun terakhir.
Konsentrasi Athaya buyar ketika pintu ruangannya terbuka dan menampilkan sosok wanita paruh baya yang terlihat cantik dan elegan diusianya yang sudah memasuki 50 tahun.
Athaya bangkit dari duduknya dan menghampiri wanita paruh baya itu, "kenapa Bibi Shane, tidak memberitahuku jika akan berkunjung?" tanyanya seraya mengecup kedua pipi wanita paruh baya itu.
Wanita paruh baya itu yang tak lain adalah Bibi Shane, menatap Athaya kesal, "memangnya Bibi tidak boleh mengunjungi keponakan Bibi?"
Athaya menggiring Bibi Shane kesofa yang ada diruangannya, "bukan begitu Bibi, kan aku bisa menjemput Bibi di bandara."
Bibi Shane adalah adik dari Ayah Athaya.
"Tidak perlu, Atha. Bibi hanya sebentar di Indonesia. Bagaimana kabarmu dan adik-adikmu?" Bibi Shane mendudukan dirinya disofa dan menatap Athaya dengan sayang.
"Aku baik, Bibi, dan mereka juga baik. Bibi ke Indonesia bersama siapa?" tanya Athaya yang mendudukan dirinya di samping Bibi Shane.
"Bersama Raka dan Paman. Apa Raka sudah memberitahumu jika dia akan menikah dalam lima bulan ke depan?"
Athaya membulatkan matanya, "dia tidak memberitahuku sama sekalu, Bi. Astaga, jadi dia akan mendahuluiku?"
Bibi Shane tertawa pelan, "dia tidak akan mendahuluimu jika kau menikah dalam waktu dekat. Apa kau sudah melamar kekasihmu?"
Athaya menggelengkan kepalanya, "entahlah, Bi, aku tidak yakin saat aku ingin melamarnya."
Bibi Shane menatap Athaya dengan kening berkerut, "kau tidak yakin?"
Athaya menganggukkan kepalanya.
"Kalau kau tidak yakin, lebih baik putuskan saja dan cari gadis lain yang membuatmu yakin untuk segera melamarnya," saran Bibi Shane.
"Aku akan mengikuti saran Bibi, tapi tidak dalam waktu dekat ini."
Bibi Shane menghela napasnya, "umurmu sudah hampir tiga puluh tahun, Atha."
Athaya hanya menanggapi dengan senyum. Apakah Bibi Shane tidak tahu jika mencari wanita yang cocok untuk dijadikan istri tidak segampang mencari celana dalam di pasar.
Athaya dengan tenang mendengar nasihat-nasihat dari Bibi Shane. Hingga Bibi Shane lelah dan segera pergi dari kantor Athaya.
•••
Tbc!
STAI LEGGENDO
1. Destiny
Storie d'amore(Akela Family series 1) Takdir. Athaya dan Arundati percaya, jika yang mempertemukan mereka adalah takdir. Dikhianati dan kehilangan ingatan membuat Athaya mengenal sosok Arundati. Seorang gadis tomboy dengan kecantikan yang mampu menggetarkan hati...
