•Prologue•

66 8 4
                                        

“Sejak pertama gue lihat mata lo, gue langsung jatuh cinta sama lo, Nash Grier.”

-Valerie Espinosa

Playlist => Alone {Alan Walker}

“Woi, Valerie, adek gue yang paling kebo. Bangun lo!” ucap Matt sambil melempar bantal ke wajah Valerie yang tertidur.

“Apaan seh?! Ganggu orang lagi tidur tau gak!” Valerie masih setia dengan selimut yang menutupi dirinya.

“Heh, iler lo udah sampe bantal gitu! Idih, cepet bangun! Mau ikut gak lo?” ujar Matt.

Valerie bangun kemudian duduk sambil menyenderkan punggungnya di kepala ranjang.

“Jam berapa?” tanya Valerie sambil mencari ponselnya.

“Jam 10,” jawab Matt.

“Eh gila ya lo, kenapa baru bangunin sekarang? Gue telat sekolah!” teriak Valerie lengsung berdiri dan mencari-cari ponselnya.

Matt melihat adiknya hanya bisa menggelengkan kepala.

“Hp gue dimana?!”

Your fucking phone was here,” jawab Matt sambil menunjuk ponsel dibawah bantal.

“Aduh seragam gue dimana lagi?!” Valerie mencari seragamnya di dalam lemari.

“Udah lo gak usah sekolah, ikut gue aja.”

“Kemana?” tanya Valerie bingung.

“Ke penjara,” jawab Matt santai.

What the hell!”



Matt dan Valerie memang tinggal berdua di sebuah apartment yang lumayan mewah, kedua orang tua mereka sangat sibuk dan hampir tidak pernah pulang. Mereka mempunyai sebuah rumah yang sangat besar, tapi letaknya di New York.

Matt dan Valerie memang hidup bebas ketika orang tua mereka tidak memperhatikannya dan lebih mementingkan pekerjaan.

Matt yang mempunyai 3 sahabat, yaitu Cam, Aaron dan Nash. Dia sama brandalannya seperti Cam, Nash, kecuali Aaron yang memiliki wajah unyu sehingga dirinya tidak bisa menjadi brandalan.

Valerie, gadis berusia 17 tahun itu memiliki keceriaan yang sangat tinggi. Tidak ada hari tanpa tertawa dalam kehidupan Valerie. Dalam hidupnya tidak ada satu pun masalah. Uang, aset-aset pribadi dari kedua orang tuanya membuat dirinya hidup bebas.

Tapi jangan salah, Valerie dijaga ketat oleh Matt. Matt selalu mengawasi Valerie kemanapun ia pergi. Matt tidak mengizinkan Valerie untuk masuk ke dalam sebuah club. Karena dia tidak ingin adiknya terjerumus kedalam kegelapan dunia. Hidup Valerie harus selalu dipenuhi warna-warna yang indah, janji Matt.

“Kak, lo ngapain sih ngajak gue kesini?” Valerie melihat sekelilingnya. Dia bergidik ngeri.

“Mau ngejenguk temen gue,” jawab Matt.

“Ngejenguk tuh ya ke rumah sakit, plis gue mau pulang aja!”

“Gak! Ikut masuk ayo,” ucap Matt langsung menarik masuk Valerie ke dalam.

Matt meminta izin ke salah satu penjaga lapas untuk menemui temannya. Setelah mendapat izin, Matt dan Valerie duduk di sebuah ruang yang terisolasi. Hanya ruangan kecil yang terdiri dari sebuah meja persegi dengan 4 kursi.

Valerie memikirkan teman Matt yang dipenjara, mungkin tubuhnya berotot besar, tato dimana-mana, tubuhnya gendut, atau kepalanya botak pelontos. Valerie bergidik ngeri.

“Kak, gue mau pulang aja ya?!” Valerie ingin bangkit, tapi Matt menahannya.

“Gak, tuh dia dateng.”

Valerie melihat seorang laki-laki yang memakai baju lapas dengan tangan yang diborgol. Matanya membelalak melihat orang itu.

Orang itu jauh dari ekspektasinya, dia tinggi dengan kulit putih dan juga badan yang bagus. Matanya menghipnotis Valerie.

Anjir, ganteng banget. Fix gue jadiin pacar!

“Heh ngedip!” ucap Matt sambil mengibaskan tangannya ke depan wajah Valerie.

“Hai Matt, siapa dia?” tanya laki-laki itu.

“Hai Nash, dia adik gue Valerie. Gue ajak kesini, mungkin dia bosen. Oh ya, gimana kabar lo?” ucap Matt.

“Baik,” jawab Nash singkat, padat, jelas. Mata biru Nash tetap menatap Valerie.

Ponsel Matt berbunyi. Dia pun bangkit lalu berjalan ke sudut ruangan untuk mengangkat teleponnya. Dan tinggal Nash dengan Valerie yang saling diam.

Valerie menarik napas. “Lo temen kakak gue Matt kan? Salam kenal ya gue Valerie Espinosa.” Valerie tersenyum sambil mengulurkan tangannya.

Nash mengangkat sebelah alisnya. “Hai Valerie, gue Nash Grier.” Nash menyambut uluran tangannya.

“Gue suka sama mata lo yang biru, btw, kapan lo keluar dari penjara? boleh kali gue jadi pacar lo?” ucap Valerie dengan satu tarikan napas yang membuat Nash tercekat.

“4 tahun lagi Val, lo mau jadi pacar gue? boleh, sekarang kita pacaran.” Nash dan Valerie saling tersenyum.

To be Continued

Vote dan Comment ya!! Semoga kalian suka

Ini sequel dari cerita sebelah (Married in 18th) yang belum baca harus baca karena ini ada hubungannya sama cerita itu.

Hanya imajinasi! Di dunia nyata Matt kaga punya adek perempuan umur 17 tahun ya!

Oke, bye😘

-yonglekpacardijjahyellow

Insieme [N.G]Where stories live. Discover now