"Wae?!Kenapa kau melakukannya?Kau butuh uang?Ataukah mungkin kau psikopat?"
-Park Hyerim
"Cinta.Aku mencintainya.Aku menyanyanginya. Semua kulakukan karena perasaanku padanya. Apakah kau mengerti tentang cinta?Wae?! Apakah salah jika aku menyukainya...
"Sebuah mayat wanita ditemukan di sebuah apartement elite yang berada di kawasan Cheongdam-Dong.Diduga ia bunuh diri dengan cara mengiris pergelangan tangannya.Barang bukti sebuah pisau cutter ditemukan di sekitar tubuhnya sudah diamankan polisi.Saat ini,polisi masih mencari motif di balik kematian wanita itu."
Seorang namja berhodie hitam lengkap dengan topi polo hitam beranjak dari tempat duduknya tepat setelah ia mendengar berita pembunuhan itu.Ia menurunkan topi hitamnya agar wajahnya tidak terlalu terekspos.Di balik topi itu terlihat sebuah smirk yang sengaja ia bentuk di antara wajah imutnya.
Langkah kaki menuntunnya menuju gang sempit yang berada di antara blok motel distrik Gangnam.Tepatnya di kota yang membuatnya muak akan para manusia di dalamnya,Seoul. Iya. Di sanalah rumahnya.
Sesampainya di rumah kecil itu,ia langsung membuka pakaiannya menyisakan celana jeans yang ia pakai.Topless.Seperti itulah yang mungkin dibayangkan wanita.
Sebuah pisau dan sepasang kaus tangan yang bersatu dalam sebuah plastik ia keluarkan dari saku celananya.
"Aishh,darahnya masih tertinggal di sini."keluhnya setelah melihat pisau yang dipakainya beraksi tadi itu menyisakan bercak darah korbannya.
Drrrtt
Ponsel namja itu bergetar.Sepertinya itu pesan dari kliennya.Dengan smirk andalannya ia membalas pesan kliennya dengan bangga.
Tatapannya mengarah pada palfon yang berada di atasnya.Ditatapinya palfon itu lamat-lamat.Ia merapatkan kelopak matanya.Ingatannya kembali pada kejadian setahun lalu.Kejadian itu masih terus membekas di ingatannya.Kejadian di mana ia kehilangan dua orang yang disayanginya.
Pandangannya kini menuju pada sebuah bingkai foto yang tergantung pada dinding reotnya.
Ops! Esta imagem não segue nossas diretrizes de conteúdo. Para continuar a publicação, tente removê-la ou carregar outra.
"Apakah kalian bahagia di sana?"
"Kurasa begitu."
"Apakah kalian setega itu meninggalkanku sendirian di sini?"
"Aku baik-baik saja di sini."
"Hmm hanya saja pekerjaan yang kulakukan benar-benar tak baik-baik saja."
"Kalian mengerti maksudku,kan?"
"Pembunuh bayaran."
"Kematian kalian membuatku menjalani takdirku sebagai pembunuh bayaran."
"Kenapa?"
"Aku tak rela darah kalian ditumpaskan secara kejam oleh manusia-manusia bejat itu"