Bekasi, 7 Mei 2017 (23:00)
Vinka terlihat masih bergelung di dalam selimut tebalnya. Hari ini adalah hari Minggu jadi tidak ada alasan untuk meninggalkan singgasananya lebih cepat. Dering ponsel vinka mengganggu kegiatannya untuk bermalas-malasan. Teri, sahabatnya, yang menelponnya dengan segera diangkat oleh vinka.
"Halo Ter.."
"Ganggu gue aja lu. Ada apa?"
"Ha? Kapan.."
"Jam 7 nanti kan.. Masih lama tau, mau tidur lagi ah gue."
"What!! Sekarang?"Vinka terduduk kaget.
"Iya ya gue bangun. Jemput gue kan?"
"Oke deh beib."
Vinka segera menuju kamar mandi yang berada di kamarnya. Teri bilang akan segera menjemputnya untuk jalan-jalan di mall. Sebenarnya memang sekarang sudah masuk kategori siang. Hanya saja vinka memang tidak pernah bangun bahkan hanya untuk sarapan karena malam minggu adalah waktunya dia begadang dan baru tidur setelah subuh.
Setelah selesai berpakaian rapih, vinka langsung turun ke lantai bawah menuju meja makan.
"Aduh anak papah yang paling cantik udah bangun. Udah rapih lagi. Mau kemana pagi-pagi gini?"Sahut papahnya yang sedang menonton tv di ruang keluarga.
"Hehehe mau jalan sama Teri pah. Boleh kan?"
"Iya. Biasanya kan juga boleh. Ada uang?"
"Ada pah. Tapi kalau mau dikasih lagi aku terima kok. Eehehe" Jawab vinka
"Yasudah ambil di tempat biasa ya."Papah vinka mulai menonton tv lagi.
Tiinn...Tiiinn...Tinnn...
"Pah aku berangkatnya. Itu kayanya si Teri udah sampai. Bilangin Mamah ya pah."
"Iya. Hati-hati. Bilang Teri jangan ngebut-ngebut."
"Okedeh.." Ucap Vinka sambil pamit dengan papahnya
Sekitar jam setengah 12. Vinka dan Teri sampai disebuah mall dikawasan kelapa gading. Mereka mulai berbelanja keperluan mereka. Sekitar dua jam lebih mereka habiskan di mall termasuk makan dan lainnya.
Saat perjalanan pulang, vinka yang membawa motor Teri karena Teri sedang minum minumannya yang tadi belum habis. Vinka yang membawa motor sambil berbincang dengan Teri tidak menyadari ada lubang didepannya. Direm motornya secara mendadak.
Ngikkkkk........
"Woi vinka, hati-hati dong bawa motornya. Minuman gue tumpah kan."
"Eh curut, kaget gue ini. Ih elu mah gitu, tanyain kek keadaan gue gimana. Ini yang dipentingin malah minuman lu. Malu nih gue. Mana gemeter lagi. Mau nangis ah." Vinka belum juga beranjak dari tempatnya sampai banyak bunyi klakson dari kendaraan dibelakangnya.
"Aduh jangan nangis dong neng. Udah sini gue yang bawa si blue, motornya, engga kenapa-kenapa kan? Eiya maaf baju lu basah hehehe"Teri langsung turun dan menyalakan motornya kembali. Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka. Lebih tepatnya memperhatikan Vinka, sedangkan yang diperhatikan masih menutupi wajahnya dan mengelap baju bagian belakangnya yang basah.
YOU ARE READING
Gara-Gara Lubang
Short StorySalah satu cerpen asal. Semoga ga mual setelah maksa baca ini 😆😆
