Seperti biasa aku berdiam diri sendiri di rumah, ditemani oleh film yang baru saja ku minta dari Karin--Sahabatku-- tadi saat di sekolah. Aku juga menyiapkan beberapa cemilan untuk ku makan sambil menonton film.
Karena org tua ku pergi bekerja dan pulang pada malam harinya. Entah lah mereka selalu sibuk dengan pekerjaan yg mereka geluti sehingga aku selalu sendirian di rumah. Aku memiliki kakak laki laki tapi hal itu juga tidak membantu untuk mengusir rasa kesendirian ku karena pada siang harinya dia pergi untuk kuliah, selagi pun tidak untuk kuliahnya, ia pergi keluar bersama teman temannya. Tapi meskipun aku sendirian di rumah, aku tidak merasa bosan, aku memiliki sahabat yang bisa ku ajak untuk bermain ke rumah ku jika aku mau, Debby, Tika dan Karin....
Tunggu, mengenai Karin, seketika terlintas di benakku pertanyaan yg ia tanyakan pada ku pada saat ia menyalin film nya ke flashdisk ku. Pertanyaan itu sangat aneh dan tidak biasanya. Aku tau dia orang yang suka bercanda tapi setidaknya dia tidak mengatakan hal yang berbau kematian untuk dijadikan lelucon.
Tapi ekspresinya tadi bukanlah ekspresi yang ia berikan ketika ia membuat lelucon. Ekspresinya tadi sangatlah serius, walaupun setelah itu dia tertawa seperti biasanya. Tapi tetap saja aku merasa aneh.
°°°
Besoknya aku melihatnya sedang duduk di bangkunya dengan pandangan lurus ke depan. Dia terlihat sedang memikirkan sesuatu. Aku menghampirinya dan menepuk bahunya ramah. Dia terkejut, namun setelah itu dia tersenyum dan menyapaku.
Aku duduk di bangku ku yang berada dibelakangnya. Aku melihatnya yang kembali diam. Aku mencoba menepis pikiran-pikiran aneh yang mengelilingi kepalaku. Mencoba untuk berfikir positif dan mengacuhkan segala hal yang menggangguku.
Mungkin ini hanya perasaanku saja atau aku sedang tidak enak badan.
°°°
Malamnya kami berkumpul di rumah Tika untuk bermain bersama. Seperti biasanya, setiap malam minggu kami berkumpul, bermain bersama , dan seperti biasa kami akan berakhir menginap di rumah Tika.
Debby dan Tika mengambil makanan dan minuman didalam kulkas. Sedangkan aku dan Karin hanya menunggu mereka dikamar Tika. Beberapa menit setelahnya mereka datang dengan Debby yang membawa makanan yang berupa snack dan Tika yang membawa minuman.
Debby dengan cepat mengambil snack lebih dulu, karena takut snack favoritnya di ambil yang lain. Aku hanya menggeleng melihat kebiasaannya itu. Aku menoleh ke arah Karin, dia tidak seperti biasanya.
Biasanya ia akan berebut dengan Debby dan berakhir dengan teriakan dari Tika. Namun, kali ini Karin pendiam dan itu sangat aneh. Aku berfikir, setelah Karin memberikan pertanyaan waktu itu, dia menjadi aneh dan sedikit berubah.
Tapi lagi-lagi aku mencoba menepis pikiran-pikiran aneh itu lagi dari kepalaku. Sepertinya aku harus lebih banyak beristirahat agar pikiranku tetap sehat dan tidak memikirkan hal yang aneh-aneh lagi.
°°°
Malam itu aku terbangun dari tidurku. Tenggorakanku terasa kering. Karena itu aku terpaksa harus ke dapur untuk mengambil air. Ketika aku melewati ruang tengah aku melihat seseorang yang sedang duduk disofa sambil menonton salah satu siaran yang ada ditv. Aku tidak bisa melihat wajahnya, karena dia membelakangiku.
Akhirnya aku memutuskan untuk mengambil air dulu baru setelah itu aku kembali lagi kesana, karena tenggokanku yang terasa sakit. Aku mengambil gelas yang sudahku isi tadi dan sudahku minum juga setengah ke ruang tv.
Dia masih disana.
Aku memegang pundakknya ramah. Dia terkejut, tapi setelah ia melihat bahwa aku yang memegang pundaknya, ia bernafas lega.
Ia mendesah pelan, "Kau selalu mengejutkanku." Aku duduk di sampingnya dengan gelas yang ku bawa tadi.
Aku tertawa melihat ekspresi kesalnya, "Aku kira siapa. Ternyata itu kau, Karin."
"Apa yang kau lakukan di tengah malam?."
Aku mengarahkan pandanganku ke arah gelas yang tadi ku bawa. "Aku terbangun dan tiba-tiba saja tenggorokanku kering. Kau sendiri?."
"Aku tidak bisa tidur." Dia terdiam sebentar sebelum melanjutkan ucapannya. "Dan Entah mengapa aku merasa sangat takut. Sudah dua kali aku merasakan ini."
Dia kembali terdiam, tapi kali ini lebih lama dari pada sebelumnya. "Bahkan, untuk memejamkan matapun aku sangat takut."
Aku terdiam dan dia pun juga diam. Keheningan melanda kami. Aku tidak tau ingin mengatakan apa, karena aku sendiri tidak mengerti apa maksud dari ucapannya itu.
°°°
Minggu setelahnya, aku dikejutkan dengan sebuah pesan dari Tika. Ponselku terlepas dari genggamanku. Tubuhku menegang, mataku memanas, aku membekap mulutku, menahan tangis yang akan pecah. Dadaku sesak sekali, tangisku sudah diujung lidah. Bibirku bergetar dan semakin bergetar.
Ini benar-benar tidak lucu. Aku tertawa hambar dengan air mata yang mulai membasahi wajahku. Pertahananku benar-benar runtuh dan dunia ku dijungkir balikkan.
Aku benar-benar tidak sanggup. Rasanya seperti ribuan pedang menusukku secara bersamaan. Aku terduduk, karna kakiku tidak sanggup lagi menompang tubuhku. Aku memukul-mukul dadaku, dadaku terasa sangat sesak dan menyakitkan.
Tolonglah seseorang katakan kalau semua ini bohong.
[Cepat kerumah Debby sekarang. Debby meninggal akibat kecelakaan yang dialaminya. Kau harus cepat kesini.~ Tika].
•••
Aku masih berada di pemakaman Debby. Aku tidak tau sudah berapa lama aku disini. Tetapi yang pasti itu sudah sangat lama, karena disini sudah sangat sepi. Seseorang datang dan memegang bahuku ramah. Aku melirik kearahnya sebentar, lalu kembali melihat kearah papan kayu yang bertuliskan nama Debby disana.
Ia duduk jongkok di sampingku. "Ini maksud dari pertanyaanku waktu itu." Ucapannya itu membuatku menoleh kearahnya. Dia tersenyum kecut setelah mengatakannya.
"Dan ini juga yang membuatku tidak bisa tidur." lanjutnya. Aku semakin bingung dengan apa yang dikatakannya. "Apa maksudmu?."
Dia mengacuhkanku.
Dia berdiri dan berjalan pergi. Sebelum benar-benar pergi dia menoleh ke arahku dan berkata, "Seharusnya kau menanyakannya waktu itu. Tapi, kau hanya diam dan tidak menanyakan apapun."
Aku terdiam selepas kepergiannya. Ya, seharusnya aku bertanya ketika ia mengatakan hal yang aneh. Tapi aku terlalu bodoh, karena menganggap semua itu hanya lelucon dan perasaanku saja.
Tapi apa kau bisa menjawab dan bertanya ketika sahabatmu menanyakan,
'Apa yang akan kau lakukan ketika salah satu dari sahabatmu meninggal?' []
-
End
YOU ARE READING
Answer [1/1]
Short StoryApa kau bisa menjawab dan bertanya ketika sahabatmu mengatakan hal yang aneh?
![Answer [1/1]](https://img.wattpad.com/cover/108459625-64-k91103.jpg)