I: World Richest Man's Daughter

12.4K 396 14
                                        

Aku menundukkan kepalaku karena kesedihanku. Tiara beberapa hari lalu menolakku karena ia sudah benar-benar jatuh cinta dengan Sebastian, kekasihnya itu. Mereka saling mencintai, berbeda denganku yang cintanya hanya bertepuk sebelah tangan. Namun, ini semua karena Sebastian yang membuat aku bertemu dengan Tiara. Sekarang mereka bertunangan, padahal awalnya aku yang hendak dijodohkan dengan Sebastian, tetapi aku malah jatuh cinta dengan pacar Sebastian itu. Aku merasa seperti pengecut, aku iri kepada mereka, juga sangat cemburu. Mereka malam ini mengadakan pesta pertunangannya di hotel bintang lima di kota ini, aku hadir dengan berat hati.

Aku adalah seorang perempuan yang berusia 22 tahun dan belum tahu siapa dirinya sebenarnya. Alkohol bukanlah minuman kesukaanku, tetapi di sini lah aku sekarang, di rooftop hotel ini dengan satu botol vodka yang mahal. Sudah tiga perempat botol yang ku minum, tetapi belum ada efek apa-apa, padahal aku jarang meminumnya. Pertama kali aku minum alkohol adalah tahun lalu saat aku di Jepang bersama dengan teman-teman kuliahku di sana. Lalu, aku hanya akan meminumnya sesekali saat berkumpul dengan mereka karena merasa tidak enak saja, tetapi tidak sampai mabuk sebab hanya satu atau dua tegukan.

"Excuse me." Suara seorang wanita yang sangat feminim menyadarkanku, selembut suara Tiara, tetapi ini bukan suaranya dan tidak mungkin juga dia kesini sekarang. Segera aku menyembunyikan vodkaku ke dalam jaketku, tetapi sudah terlambat, tiba-tiba saja wanita ini sudah berada di sampingku.

"Oh..." Teriak dia kaget.

Aku hanya terdiam beku, entah karena wanita di hadapanku sekarang ini terlalu cantik, atau karena aku merasa kepergok sedang minum. Karena peraturan dalam pesta ini, tidak boleh ada alkohol.

"Uhm, I am sorry if I'm bothering you, I just need a fresh air since the party inside is getting boring now." Dia cengengesan seperti orang bodoh, tetapi tetap terlihat cantik dan manis. Saat tertawa bibir tipis merah mudanya merekah seperti bunga mawar, hidungnya mancung ditambah rambut pirangnya mendukung penampilannya menjadi semakin bule. Ku perhatikan wajahnya, rambutnya, lalu turun ke leher dan...

Glup. Ku menelan ludah ku sendiri.

Ku bisa melihat dada montoknya dibalik gaun maroon itu dengan ukuran yang cukup besar, sepertinya juga kental dan nikmat seperti susu kesukaanku. Ukurannya sempurna, aku tidak suka yang kecil, tetapi tidak begitu suka yang besar seperti punya Mia Khalifa. Melihatnya dengan lekukan seperti itu, meski masih dalam balutan gaun dan meski belah dadanya juga tertutup, sepertinya enak untuk menikmatinya. Ah mikir apaan nih.
Bule yang sempurna. Tentu dia lebih cantik dari Tiara, tetapi bukan berarti Tiara jelek, malah hatiku tetap sakit dan otakku masih tetap terpaut pada Tiara. Meskipun misalnya malam ini aku melakukan one night stand dengan bule ini, ku rasa aku juga masih tetap jatuh cinta dengan Tiara. Banyak sekali gadis cantik, tetapi tidak ada yang secantik Tiara luar dan dalam, tidak ada yang sebaik hati dan sepolos dia.

"Sorry..." Kataku setelah cukup lama terdiam dan memperhatikannya. Dia kemudian hanya tersenyum manis.

Aku kemudian melakukan hal yang membuatnya kaget. Aku melangkahkan kakiku ke arah tempat sampah terdekat dan membuang botol vodkaku.

"Kenapa kau membuangnya?" Tanyanya kaget dalam bahasa inggris masih melihat ke tempat sampah.

"Aku tidak biasanya minum. Ini pertama kalinya aku meneguk lebih dari seteguk alkohol." Kataku jujur dan memaksakan senyum.

"Apa kau sedang sedih?"

"Bisa dibilang begitu, tetapi aku tidak ingin membahasnya." Ku melangkahkan kakiku untuk duduk kembali ke tepi rooftop tadi dan mengabaikannya yang masih tetap berdiri.

"Kau tidak ingin duduk?" Tanyaku ketika wanita bule itu masih berdiri saja setelah dua menitan.

"Sebenarnya aku agak takut ketinggian." Jawabnya.

Disgrace (GxG)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang