1. Awal Pertemuan

23 1 2
                                        

Suasana pesta pernikahan itu sanagat meriah, berbeda dengan suasana hati seorang gadis yang tengah sibuk menikmati makanan di pojokan “ hey din, nikmatillah acara ini tersenyumlah sedikit” seseorang telah menghampiri gadis itu tanpa disadarinya “ sudah aku bilang kan sya,aku tidak menyukai acara seperti ini, mending dirumah tidur siang mumpung libur” orang yang menegurnya hanya bisa pasrah menghadapi kelakuan sahabatnya tersebut.

DINDA POV
Hai perkenalkan namaku dinda, lebih tepatnya Dinda Ayu Rahmaningtyas aku seorang apoteker penaggung jawab di sebuah perusahaan farmasi terbesar di kota semarang. Kalian tau sekarang aku ada dimana ? Aku sekarang ada di  acara pernikahan kakak sepupuku. Aku sebetulnya sudah tidak mau diajak keacara ini karena aku tadi malam baru selesai lembur dan sekarang aku mendappat hari libur yang biasanya aku gunakan untuk tidur. Gadis tadi yang menyapaku adalah sepupu sekaligus sahabatku namanya Tasya, dia dengan seenaknya menyeretku dari kasur dan menyuruhku mandi dan berdandan untuk acara itu, padahal badanku sakit semua setelah pulang kerja pukul 3 pagi.
DINDA POV end

“Dinda!! “ dinda langsung membuyarkan lamunannya dan grutuannya setelah mendengar ucapan seseorang yang memanggilnya tadi. Meeletakkan makanannya dan berkata “ ada apa sih No ganggu orang lagi makan aja ?!” “itu kaamu di cari Om burhan, dari tadi aku udah panggil-panggil kamu eh kamu nya malah benggong sambil makan ke selek baru tau rasa “ huh punya sepupu pada seneng ngatain orang sama nyiksa orang “kamu nyumpahin aku biar keselek Mareno?” mareno hanya gelagaban kalo sudah dinda mengucapkan  nama lengkapnya dan sambil melotot, karena hal itu akan sangat menyeramkan “ enggak maaf ya , s..sekarang kesana buruan kamu di panggil Om Burhan”
Dinda berjalan ketempat yang sudah di tunjukkan sepupunya tadi untuk menemui Om burhan atau ayahnya sendiri. Di sana ayahnya sedang berbincang dengan seseorang yang membelakangi dinda sehingga tidak terlihat wajjahnya tetapi orang itu memiliki postur tubuh yang tinggi. Dinda mullai mendekat “ ayah kenapa memanggilku” orang yang sedang memunggungi nya langsung membalikan badan dan seketika dinda pun terperangah melihat wajah orang itu “ oh dinda tadi ayah sangka kamu beneran nggak mau dateng ke acara ini . kenalkan ini anak teman ayah kebetualan iya teman nya mbakmu cindi” orang itu menggangkat tangannya untuk berkenalan “ Keenan” dan secara oto matis aku ikut menyalami tangannya “dinda”
TBC

Hai ini cerita pertama ku mohon dukungannya ya

LoveWhere stories live. Discover now