Hari ini hari pertama ku di sekolah baruku.kehembuskan napas panjang di depan gerbang sekolah baru ku. Sekolah yang lumayan besar,dan mewah. Aku harap aku bisa mendapatkan teman yang banyak.
Aku mulai masuk kedalam sekolah baru ku. Mencari kelas ku dan akirnya kelas 7B di ujung koridor pertama. Sepertinya akan ada banyak murid pintar yang masuk ke kelas ini, aku melangkah masuk ke dalam dan mengambil tempat duduk di pojok dekat jendela. Tempat yang menyenangkan untuk menyendiri.
Tak selang berapa lama ada seorang murid perempuan yang menghampiriku dia memiliki rambut yang pendek dan menggunakan kaca mata. Kuharap dia mau menjadi temanku. Seperti yang kujanjikan kepada ibuku aku harus memiliki teman yang lebih banyak dari pada di sekolah lamaku. Sebagai introvet aku tak oernah memiliki teman lebh banyak dari satu, jadi mungkin aku busa menepati janjiku kepada ibu. Mencari dua orang teman saja kurasa tidaklah berat.
"Hai! Aku boleh duduk di sini?" Murid perempuan itu menyapaku dan menunjuk kursi kosong yang ada di sebelahku.
"Em... hai juga, tentu kau boleh duduk disini" sambil tersenyum aku balik menyapanya semoga dia mau menjadi teman ku.
Hening tak ada yang memulai pembicaraan mungkin dia juga gadis pemalu sama sepertiku, tapi aku harus menepati janjiku pada ibu. Aku menghembuskan napas panjang dan berdeham itu sukses membuatnya menoleh kepada ku.
"Kita belum berkenalan bukan, mungkin kau akanjadi teman sebangku ku, jadi namaku Liliana Rosel" aku menjulurkan tangan ku.
Dia tampak tersenyum dan menyalami tangan ku "aku Leonita Shalva."
"Masih banyak tempat kosong di sana, kenapa kau memilih duduk dengan ku? Oh iya aku harus memnggil mu apa?" Tanyaku.
"Panggil saja Leo, aku suka menyendiri, sebenarnya aku selalu duduk di pojok, di tempat kau duduk", dia tersenyum. Sungguh dia memang sangat suka tersenyum tapi sepertinya dia juga tak menyukai keramain.
"Maaf, jadi ini tempatmu? Kau boleh duduk disini kalau kau mau", tawarku.
"Tak usah tempat ini juga bagus, lagi pula aku asih bersebelahan dengan jendela", dia tersenyum lagi.
"Baiklah", kataku.
Hening kembali terjadi hingga bel masuk berbunyi. Seorang guru wanita yang cantik datang dengan buku yang didekapnya di depan dada. Dian duduk di kursinya dan membuka buku absen dia melirik ke arah ku.
"Sepertinya kita kedatangan murid baru di pertengahan semester, kau perkenalkan namamu", dia menunjukku.
"Emm.. aku Liliana Rosel, aku masuk di pertengahan semester karena pekerjaan ayahku, jadi mohon bantuannya", aku memperkenalkan diriku dengan canggung.
"Baiklah karena kau masuk di pertengahan semester, sebaiknya kau belajar lebuh giat agar kau dapat mengejar pelajaran"
"Baik" aku mengangguk dan duduk di kursi ku.
Dia mulai menjelaskan pelajarannya, caranya mengajar tak membuat ku bosan. Tapi aku belum mengenal nama nya, mjngkin aku akn bertanya pada Leo nanti.
~~~~
Akhirnya jam pelajaran usai aku mengikuti semua pelajaran hari dengan serius. Aku mngemasi buku ku dan hendak pulang.
"Kau tinggal di mana?" Leon bertanya pada ku sontak membuatku terkejut, mungkin karena aku terlalu serius dengan kegiatan ku hingga lupa kalau dia masih duduk di sebelah ku.
"Eh... aku tinggal di apartemantak jauh dari sekolah", jawabku sekenanya.
"Mungkin kita searah, mau pulang bersama ku", tawarnya.
"Emm... boleh" aku telah selesai merapikan buku ku dan kita berdua beranjak pergi meninggalkan kelas.
Di perjalan menuju gerbang ada seorang gadis berlari mengejar kami. Rambutnya panjan dan sepertinyadia adalah temannya Leo.
"Heiii... Leo tunggy aku!!!" Teriaknya.
"Eh Nisa, maaf aku melupakan mu", dia yersenyum lagi enrah mungkin dia memang hobi tersenyum, aku saja hanya tersenyum di depan kamera.
"Oh iy... Nisa ini teman sebangku ku namanya Liliana", dia memperkenalkan aku kepadanya.
Aku lalu menjulirkan tangan ku,"Aku Liliana Rosel, panggil saja Lili."
Dia menyalami ku dan memperkenalkan namanya, " aku Annisa Kenriks ,kau boleh memggilku nissa," sama seperti Leo dia juga suka tersenyum.
Dia banyak bercerita di perjalan sedangkan aku dan Leo hanya diam mendengarkan ceritanya. Akhirnya aku sampai ke apartemen ku. Aku berpamitan pada mereka dan melangkah masuk ke apartemen ku, dan aku berhasil menepati janjiku pada ibuku, walaupun belum resmi berteman setidaknya aku sudah mempunyai kenalan di sekolah baruku.
Aku membuka pintu apartemenku yang kemudian disambut ole adik laki-laki ku. Dia lucu namanya Kinnard Rosel, umurnya 6 tahun. Dia memelukku dengan senang. Keadaan apartemen ini masih sama seperti disaat aku pergi ke sekolah. Masih banyak box-box besar yang berserakan. Tak lama kemudian ibu datang dari arah dapur, entahlah mungkin itu dapur mengingat kebiasaab ibu yang sangat suka memasak pasti dapur adalah tempat pertama yang ia benahi.
"Hai lili bagaimana hari mu di sekolah baru mu? Kau menepati janjimu?" Ibu menagih janjiku.
"Aku belum punya teman tapi aku sudah memiliki kenalan", jawabku sekenanya.
"Ibu apa kamarku sudah siap?"
"Ibu sudah memindahkan bix mu ke kamar mu, kau tinggal menyusunnya karena seingat ibu kau ingin menata kamarmu sendiri."
"Baiklah aku ke kamar dulu, hei kin kau mau ikut denganku?"
"Mau!!!!"
Sesampainya di kamar, keadaannya tak berubah malah semakin kacau. Tadinya hanya ada ranjang di sini, tapi sekarang banyak sekali box besar. Aku bingung harus mulai dari mana. Kinnard berlari menuju koper ku ya mungkin aku harus mengganti bajuku dulu.
Baiklah aku mulai dari buku-buku ku banyak sekali ada buku pelajaran, novel, komik, majalah, dan masih banyak lagi. Aku tak tahu hobiku dalam membaca dapat mambuatku kerepotan sendiri. Kinnard menghampiri ku dan menarik salah satu komik dari tumpukkannya alhasil itu membuat seliruh tumpukkan jatuh berserakan, dia hanya tersenyum dan berlalu meninggalkan ku. Aku hanya bisa memgerucutkan bibirku dan memulainya dari awal lagi. Ku susun semua buku yang tadi berhamburan sa,pai akhirnya aku menemukan diary ku.
Sudah lama aku tak menulis diary. Selain boneka dan game online diaryku adalah salah satu teman yang paling setia menemaniku. Aku mengambillnya dan membuka halamnnya. Hingga menemukan halam kosong di sana. Aku mengambil penaku dan mulai menulis
~~~~~~
Dear diary
Hari ini adalah hari pertamaku pindah, seperti dulu aku tetaplah orang yang susah berteman dan lebih menyukai kesunyian. Disekolah baruku, aku menemukan dua orang gadis yang mungkin akan menjadi teman ku. Aku berjanji pada ibu untuk tidak telalu terlena dengan game online dan buku-buku.
Aku sudah berkenalan dengan mereka semoga mereka mau menjadi temanku.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Dairy : Satu-satunya yang Kumiliki
Teen FictionHai semua!!!! Ini cerita pertama ku, semoga cerita ini bagus dan banyak yang menyukainya. Ini adalah kisah seorang gadis introvert yang ingin memiliki seorang gadis yang ingin memiliki seorang teman. Dibaca ya
