First Meet

98 14 8
                                        

Putri POV

Hari ini aku memulai hari baru ku. Rumah baru, sekolah baru dan mungkin teman baru.

Aku masuk ke ruang guru, dan salah satu guru yang ada di sekolah ini mengajak ke kelas yang akan aku tempati. Saat sampai kelas, aku disuruh memperkenalkan diri.

Setelah perkenalan diri, aku disuruh oleh guru tersebut untuk mencari tempat duduk. Aku melihat hanya ada satu bangku kosong yang sampingnya ada perempuan yang wajahnya cantik dan manis.

"Boleh aku duduk disini?"

"Tentu saja boleh." Kata perempuan itu sambil tersenyum manis.

"Kenalkan, aku Seski. Senang bertemu kamu juga." Kata Seski sambil mengjulurkan tangannya. Akhirnya, aku membalas juluran tangannya.

Sehabis Seski berkata seperti itu, aku bisa menyimpulkan kalau Seski bukan hanya wajahnya cantik dan manis tetapi dia juga ramah pada orang yang baru dia kenal.

Bel istirahat pun berbunyi.

Aku dan Seski mengelilingi halaman sekolah ini. Saat aku dan Seski mengelilingi halaman sekolah ini, aku melihat ada 2 laki-laki yang sedang berbicara dengan asyiknya. Laki -laki itu tinggi dan manis. Laki-laki sampingnya itu tinggi tapi wajahnya terlihat biasa saja.

"Seski, 2 laki-laki itu siapa?"

"Mereka kakak kelas kita, kelas IX. Memangnya kenapa?" Kata Seski.

"Tidak apa-apa Ses."

Setelah itu, Seski langsung menarik tanganku ke tempat 2 Laki-laki itu berbicara.

"Kenapa aku dibawa kesini?" bisik aku.

"Aku hanya ingin mengenalkanmu dengan kakak kelas kita." Bisik Seski.

Seski memperkenalkan aku ke 2 laki-laki ini.

"Alby, Edward, kenalin ini teman baru aku." Kata Seski.

"Hai, kenalin aku Azzam. Nice to meet you." Kata Azzam.

"Aku Edward." Kata Edward sambil tersenyum.

"Nice to meet you too."

"By the way, mengapa kalian terlihat dekat sekali?"

"Jadi, aku itu adik kandung mereka." Kata Seski.

"Pantas saja."

"Aku ada tebak-tebakan tapi buat Putri. Coba jawab ya. Siapa actor yang bisa isi pulsa?" Kata Edward sambil senyam senyum.

"Aku tidak pintar main tebak-tebakan." Aku menjawab sambil memutarkan bola mata.

"Jawabannya adalah Harry Voucher." Kata Edward sambil tertawa.

"Sumpah, lawakan kamu gak lucu banget." Aku menjawab sambil memutarkan bola mata.

Bel pulang pun berbunyi. Aku dan Seski kembali ke kelas untuk mengambil tas kita.

"Seski, kamu biasanya pulang sama siapa?" Aku bertanya sambil memasukkan barang barang ke tas ku.

"Aku biasanya pulang sama kakak kakak aku. Memangnya kenapa?" Kata Seski.

"Aku hanya bosan dirumah. Hanya ada bibiku. Orangtua ku sibuk kerja di luar kota." Tanya Seski.

"Memangnya Orangtuamu kapan pulang?" Tanya Seski.

"Besok mereka sudah pulang."

"Gimana kalau kamu menginap dirumah aku saja? Kan orangtuamu masih pulang besok. Kamu pasti kesepian dirumahmu." Kata Seski.

"Kalau aku menginap dirumahmu apa tidak merepotkan keluargamu?" Tanya aku.

"Tentu saja tidak. Malah keluargaku senang." Kata Seski sumringah.

"Baiklah aku akan menginap dirumahmu."

"Yeay!" Kata Seski sambil memelukku erat.

"Aku tidak bisa bernafas kalau kamu memelukku seperti ini."

"Maafkan aku. Aku hanya terlalu bersemangat." Kata Seski sambil menyengir.

Akhirnya aku dan Seski menaiki taksi. Sebelum kita menaiki taksi tersebut. Seski sudah menghubungi kakak kakaknya supaya duluan saja karena aku akan kerumah Seski.

Sesampainya dirumah Seski. Aku dan Seski langsung ke kamar Seski. Setelah itu, Seski mengajak ku makan siang.

"Put, makan siang yuk dibawah. Aku lapar." Kata Seski.

"Baiklah."

Saat kita sampai ke kamar makan. Aku melihat ada Alby dan Edward sedang makan. Aku memperhatikan Edward sambil turun tangga. Ternyata dia juga melihat ke arahku. Kita melakukan kontak mata tetapi aku langsung mengalihkan pandangan ku.

******

Di vote and di comment yaa.
Btw ini baru pertama kali bikin -,-
Maafkan kalo ga jelas ceritanya :v
Dipost lagi kalo votenya udh 5 yaa.

-All the love. A-.




PutriMga kuwentong kahuhumalingan mo. Tumuklas ngayon