Mungkin bagi sebagian orang kehilangan itu serasa menyakitkan bahkan membuatnya menangis karena kepergian seorang yang pernah hadir dihidup kita. Tapi, bukannya itu adalah tujuan adanya pertemuan?
Pertemuan diciptakan untuk bertemu dan diakhiri oleh kepergian, ntah kita didalamnya merasa nyaman ataupun memaksakan diri merelakannya, lalu menyebabkan rasa kehilangan.
Nama gue Renata, yang sejak umur 13 tahun sudah mengalami kehilangan. Menyikitkan ? Tentu. Berusaha tegar, menerima apa yang telah terjadi, jangan pernah salahkan takdir. Kata kata itu yang selalu papah ucapkan.
gue sayang papah.
Sherin, dia sahabat dari kecil yang belum pernah pergi dari hidup gue sampai saat ini. Dia berbeda dengan sahabat lama yaitu Orlin yang lebih memilih pergi dengan orang yang pernah datang dalam kehidupan Sherin.
Sampai saat ini hubungan gue, Sherin dengan Orlin belum kunjung membaik. Dingin sikap Orlin kepada kami.
Tak apa, mungkin ini sedikit percikan masalah pada persahabatan kita.
***
Jangan lupa untuk vote yah,biar semangat nulis cerita ini.
Thnx before,
YOU ARE READING
BRIEFLY
Teen FictionPertemuan diciptakan untuk bertemu dan diakhiri oleh kepergian, ntah kita didalamnya merasa nyaman ataupun memaksakan diri merelakannya, lalu menyebabkan rasa kehilangan.
