Selepas kepergian
Beranjak menuju entah berantah dan menjalani kehidupan yang normal kembali. Tidak ada lagi petualangan dan fantasi karena semua sudah menjadi angan, angan tersebut sudah menjadi abu bekas perapian yang kemudian terbang dan sirna. Oh, tetapi tunggu dulu, jika harapan memang sudah pergi karena kepergian. Maka aku akan buat harapan baru dengan perjalanan.
Buku baru dan pena baru sudah tersedia, kini pertanyaannya adalah, "apakah aku juga?"
Dilema berada di sana, berdiri menghalangi, harapanku untuk menciptakan perjalanan baru terhalang bebatuan. Air sungai meriak kasar karena tidak sabar, ia berkata, "cepat, perahumu sudah siap!"
Aku masih berdiri terdiam, hingga akhirnya terdorong untuk melangkah setelah ada bisikkan kecil. "Jika kamu tidak melangkah, maka gunung di belakangmu akan meletus, sungai tidak akan mengalir, dan perahu kecilmu akan terpisah menjadi bagian-bagian kecil."
Aku menurut, hingga akhirnya aku memberikan salam kepada perahu kecil, buku, pena, dan air sungai yang bersahabat.
YOU ARE READING
Simfoni
RandomKumpulan keresahan yang dikemas menjadi cerita singkat, berisi: pemikiran, pandangan, rasa, keresahan
