Awal dari semuanya-00

174 9 0
                                        

Namaku Lisa Imelda, umurku 17 tahun. Aku duduk di bangku SMA tanpa memiliki teman, hanya sebatas kenal. Introvert, begitulah orang-orang memanggilku. Aku tidak marah karna memang begitu adanya. Aku berasal dari keluarga menengah ke atas. Ayah dan ibuku adalah pengusaha yang dapat dibilang terlalu sibuk. Hal itulah yang membuatku menjadi seorang introvert. Aku mungkin memang hidup mewah, serba berkecukupan, tetapi aku merasa kesepian, sangat kesepian. Banyak yang mendekatiku hanya karena menginginkan sesuatu yang gratisan dan setelah dapat, mereka pergi. Aku terlalu takut untuk dimanfaatkan, aku lebih baik sendiri daripada harus bersama mereka yang hanya ingin memanfaatkanku. Aku memiliki berbagai macam gawai. Dari mulai ponsel, laptop, tablet, tapi semua itu terasa sepi. Aku sesekali hanya berbicara dengan aplikasi robotik yang terdapat pada ponselku

Di suatu pagi yang sepi seperti biasanya, ponselku menderingkan sebuah notifikasi pesan. Mataku masih sayup-sayup melihatnya. Aku mencuci wajahku yang layu karena tertidur pulas. Setelah merasa segar, aku kembali melihat ponselku. Ada yang aneh. Aku memiliki sebuah permintaan pertambahan teman di aplikasi perpesananku yaitu LINE. Namanya aneh dan tidak menggunakan foto profil. Seingatku, aku tidak pernah memberikan ID LINE milikku kepada siapapun. Aku penasaran, aku tau bisa saja ini akan menjadi sebuah teror atau mungkin aku nantinya akan seperti orang-orang hilang yang diberitakan di televisi. Tetapi karena aku sudah bosan juga dengan aplikasi robotik itu sama halnya dengan aku bosan pada kehidupanku, aku berpikir kalau setidaknya orang ini bisa menjadi bahan latihanku dalam bersosialisasi, lagipula nantinya dia juga akan pergi seperti yang lain karena bosan dengan obrolan yang datar milikku.

Setelah aku menambahkannya sebagai teman di LINE milikku, tak lama diamemulai pembicaraan terlebih dahulu dengan berkata "hai". Aku tak membalasnya,lalu ia menggangguku dengan panggilan telepon tidak jelas yang saat kuterimapanggilannya, ia langsung menutupnya. Terus menerus terulang seperti itu, sampai pada akhirnya, mungkin refleksatau memang manusiawi, secara tak sadar aku membalas pesannya dengan kata "BERISIK". Saat itu semuanya mulai berubah.

Me and My Secret AdmirerStories to obsess over. Discover now