Semuanya gelap, seolah-olah tak pernah ada cahaya disini. Aku mencoba untuk meraih sesuatu, memikirkan ruang gelap dan tak ada yang bisa diraih membuatku merinding.
Seketika aku mendengar suara orang ramai, sangat ramai seperti di pasar atau rumah sakit? Tetap saja aku tak bisa melihat apapun. Aku mencoba untuk berteriak tapi tidak ada apapun yang keluar dari mulutku. Entah kenapa kemampuanku bersuara hilang. Lalu aku merasakan tangan seseorang menyentuh kepalaku, aku ketakutan setengah mati karena tidak bisa melihat apapun sekarang.
Tangan itu meraih leherku seperti ingin mencekik. Apakah aku akan mati? Dan akhirnya aku mendengar suara yang menurutku berasal dari pemilik tangan yang sedang mencengkram leherku saat ini.
Dia mengatakan sesuatu seperti mantra atau doa-doa yang sangat sulit untukku. Lalu dia berkata, "kebaikan datang dari hati, bukan dari perkataan." Tiba-tiba sekelebat cahaya menyelimutiku dan membuat tangan itu menghilang, aku merasakan hawa panas disekujur tubuhku, tidak terlalu panas memang, tapi cukup membuatku merasa seperti di oven dalam suhu terendah.
Saat aku sadar, semuanya menghilang. Dengan sangat sulit aku membuka mata, dimanakah aku? Aku mulai mengenali dekorasi yang berantakan ini. Ini kamarku. Apakah aku baru saja bermimpi atau aku sudah gila? Rasanya seperti sangat nyata.
Selama sepersekian detik aku memikirkan semuanya sampai aku mendengar suara ibuku memanggil, "Aigne, sudah pagi, kau harus pergi kesekolah." Oh bagus, ini baru kenyataan.
YOU ARE READING
AIGNE
FantasyKehidupan Aigne Evans, gadis berumur 17 tahun berubah setelah dia dapat melakukan apa yang orang lain tidak bisa lakukan, hal diluar imajinasinya selama ini. Lalu pertemuannya dengan Aeron, pria misterius yang sangat tampan membuat hidupnya semakin...
