Seorang gadis sedang berjalan di lorong sekolahnya dengan wajah yang datar. Gadis itu, sebut saja Nam Rikyung seorang gadis yang cuek, dingin dan datar. Wajahnya memang cantik, banyak laki-laki yang menyukainya. Tapi banyak pula laki-laki yang ditolaknya dengan cara kasar. Meskipun Rikyung memiliki wajah yang cantik namun dingin, tidak dengan sifatnya yang berbanding terbalik. Sifatnya yang angkuh, suka memberontak dan selalu bermalas-malasan. Bahkan Rikyung selalu berada di peringkat terbawah di kelasnya.
Rikyung mulai membuka lokernya untuk mengambil beberapa barang.
"Kyung-ah!"
"Ririii.. My beloved ririi!"
Itu mereka, dua orang idiot yang selalu berada disamping Rikyung. Jeon Jungkook dan Park Ji min. Sebut saja mereka sahabat Rikyung.
Rikyung memang tidak memilik teman wanita. Karena dia berfikir teman-teman wanita di kelasnya hanya bisa berdandan dan bergosip, hal itu sangat membosankan bagi Rikyung.
Meskipun Jungkook dan Jimin bersahabat dengan Rikyung, mereka tidak seperti Rikyung yang selalu berada di peringkat terendah. Jimin, si tampan yang satu ini selalu menjadi si peringkat pertama dikelasnya. Sedangkan jungkook, dia memang tidak menjadi yang pertama dalam hal akademik. Tapi dia selalu menjadi yang pertama dibidang non akademik, seperti musik, olahraga, ataupun dance. Meskipun mereka orang-orang kebanggaan sekolah, hal itu tidak menurunkan tingkat keidiotan mereka.
"Kyung-ah, kau tau tidak? Aku dengar akan ada guru baru di sekolah kita". Ujar Jungkook yang sedang menduduki kursi disebelah Rikyung.
"Benar riri, katanya akan ada guru baru". Jimin membetulkan perkataan Jungkook tersebut.
"Yasudah" Ujar riri acuh.
Jungkook mendengus kasar mendengar jawaban Rikyung. Sedangkan Jimin hanya menggelengkan kepalanya.
"Memangnya kau tidak penasaran? Kudengar dia seorang namja" Telusuk Jimin kepada riri.
"Iya, kudengar juga dia adiknya kepala sekolah, aah padahal aku berharap kalau guru baru itu seorang wanita cantik". Jungkook, selalu seperti itu. Dia selalu tidak tahan jika melihat wanita cantik. Jika ada wanita cantik yang lewat didepannya pasti dia akan langsung menggodanya. Bahkan dia mendapat julukan 'International Playboy' disekolahnya, karena tidak hanya wanita disekolah ini yang ia lirik namun hampir seluruh wanita sekolah didaerah Busan pun tahu siapa Jeon Jungkook ini. Dan jika Jungkook sudah mengeluarkan jurus andalan rayuan mautnya, maka jangan harap dunia ini akan tenang karena wanita tersebut pun akan meladeni si 'Jungkook International Playboy' ini.
"Yasudah memangnya kenapa jika ada guru baru? Toh, tidak ada bedanya dengan keadaanku." Ujar rikyung yang masih betah menatap layar ponsel miliknya.
Jungkook sedikit kesal dengan kelakuan temannya ini, bagaimana bisa berita yang paling menyenangkan seperti ini pun tak ia tanggapi sama sekali "Kau tahu? Jung seonsangnim guru paling kejam yang pernah ada dimuka bumi ini sedang cuti, jadi akan digantikan oleh guru baru itu."
"Kau serius?". Rikyung menatap jungkook dengan mata berbinar. Ini adalah kabar bahagia untuk semua murid. Jung seonsangnim adalah guru matematika terkejam bagi semua murid disini dan murid-murid di sekolah ini sudah pasti menginginkan beliau pergi setidaknya untuk tidak mengajar walaupun hanya 1 hari.
"Aah.. aku sangat sedih mendengar kabar Jung seonsangnim cuti". Semua murid mungkin senang, kecuali Jimin si peringkat pertama yang selalu dipuji oleh Jung seonsangnim. Rikyung hanya terkekeh mendengar jawaban Jimin, sedangkan Jungkook dia sudah menampakkan wajah tidak sukanya terhadap Jimin.
Rikyung, Jungkook dan Jimin terus membicarakan tentang Jung seonsangnim. Mulai dari kejelekannya hingga kebaikannya, tetapi hanya Jimin mungkin yang tahu tentang kebaikannya.
YOU ARE READING
You
FanfictionTentang hubungan murid dan gurunya. Entah tetap bersama ataupun berpisah hanya mereka yang menentukan.
