Aku duduk di salah satu kursi café yang sedang ramai ini. Diluar sedang hujan, makanya banyak orang berdatangan ke café ini hanya untuk berteduh, menumpang Wi-Fi gratis atau membeli secangkir Americano Coffee yang menjadi andalan café ini.
Sembari menunggu seseorang yang sangat ku rindukan, aku tersenyum sambil memandangi foto kami yang nampak sedang bahagia dengan senyum lebar kami. Aku senang melihatnya seperti itu, tak seperti tahun-tahun kemarin waktu awal aku mengenal dia.
Sungguh, aku benar-benar bosan kali ini. Entah apapun itu aku merasa foto yang menjadi wallpaper di ponselku itu menyimpan kenangan yang sangat banyak. Entahlah, sudah berapa kenangan yang dibuatnya bersamaku. Aku bahkan tak dapat mendeskripsikan lagi rasa senangku saat bersamanya barang sedetik saja.
Aku bersyukur, jika saja sahabatku tidak melakukan sesuatu kepadaku maka aku tak akan bisa tersenyum bahagia bersamanya. Entah apapun itu, aku bahagia memiliki hidup seperti ini, dengan sejuta keceriaan yang diliputi kesedihan serta kebahagiaan. Ah iya, aku lupa. Aku adalah Mahesya Karina Diandra, Wanita berumur 25 tahun yang hari-harinya penuh dengan kebahagiaan.
Entah sampai kapan dia akan datang, aku tetap menunggunya sembari menyeruput Americano yang telah aku pesan beberapa menit lalu. Hari ini,
Another Day After Falling
YOU ARE READING
Another Day After Falling
Teen FictionMahesya Karina Diandra Ketika takdir membawamu ke dunia. Membuatmu merasakan apa itu kebahagiaan, kesedihan dan apa itu cinta. Namun bagaimana jika Cinta itu membingungkan bagi Karin? Ia tak tahu, harus memilih yang mana ketika cinta itu terbelah ja...
