Louis, Zayn, Liam, Niall, Harry.
Adalah 5 nama agent detektif yang selalu menyelesaikan misi yang diberikan dengan sempurna. Seringkali mereka belima dibentuk dalam 1 tim untuk menjalankan misi yang berat atau beresiko.
Banyak yang akan mereka hadapi. Bahaya, pengorbanan, kepercayaan, perjuangan cinta, bahkan rahasia.
*
"Ini laporan kasus kemarin. Sudah kuselesaikan. Sekarang bawa laporan ini ke ruangan Paul."
"Baik, saya permisi."
Lelaki itu berdiri dari kursinya dan berjalan ke jendela besar yang ada di ruangannya. Menampakkan pemandangan kota secara menyeluruh. Dia senang, karena kasus yang sukses ditanganinya.
"Niall?" sapa seorang gadis. Yang mempunyai namapun menoleh.
"Kendall? Astaga sedang apa kau disini?"
Sepasang kekasih itupun berpelukan erat, sangat-sangat erat.
"Aku mengkhawatirkanmu, setelah aku tahu jika kau telah kembali aku langsung kemari."
"Kendall, sudah kubilang kau tak perlu mengkhawatirkanku. Justru kau yang seharusnya mengkhawatirkan dirimu. Bagaimana jika masih ada seorang penjahat yang balas dendam kepadaku tetapi malah ka--"
"Malah aku yang terkena imbasnya?" sela Kendall, Niall pun terdiam.
"Aku pasti akan aman, karena aku percaya ada kau yang akan selalu melindungi diriku." ujar Kendall lembut, membuat Niall terenyuh.
"Yah, lagi pula mana ada yang bisa melukai seorang agent detektif hebat sepertimu."
Kendall terkekeh karena ucapan kekasihnya.
**
"Kau lelah?"
"Masih belum Zayn. Ayo lanjutkan." ujar gadis itu sambil mencoba menyerang lelaki itu. Tetapi dengan mudahnya, lelaki itu menangkisnya.
"Sudahlah, kita istirahat dulu. Sudah hampir 2 jam kita berlatih karate tanpa henti." Kata lelaki itu sambil merangkul pundak gadis itu.
"Okay baiklah."
Sepasang kekasih itupun duduk disalah satu kursi yang disediakan, lalu meneguk air minum miliknya.
"Bagaimana lukamu? Sudah sembuh?" tanya Zayn.
"Sudah, itu hanya hal kecil."
"Oh, luka karna kau terkena bom saat menjalankan misi itu lalu di rawat di rumah sakit selama seminggu dan mendapatkan 5 jahitan di kaki itu namanya hal kecil?"
"Hahaha, bukan seperti itu Zayn."
"Taylor, jangan terlalu meremehkan sesuatu."
"Iya, aku mengerti."
Mereka berdua saling berpandangan sejenak. Mata coklat hazel milik Zayn bertemu dengan mata biru milik Taylor.
"Ayolah, kita lanjut berlatih lagi. Sudah lama kita tidak berlatih bersama. Aku dan kau sama-sama selalu sibuk dengan misi masing-masing." pinta Taylor, Zayn menghela nafas.
"Baiklah, tetapi jangan terlalu memaksakan dirimu. Jika kau lelah kita berhenti sejenak." ucapan Zayn membuat Taylor mengangguk senang.
***
Suara lonceng di pintu berbunyi, menandakan ada pelanggan yang masuk untuk membeli beberapa kue atau roti.
"Chloe."
"Harry!"
"Hei kau kemari?" Chloe berlari kecil menghampiri kekasihnya.
Mereka berhadap-hadapan. Tinggi Chloe yang tidak seberapa dengan tinggi Harry pun membuat dia harus sedikit mendongak keatas untuk melihat wajah Harry.
YOU ARE READING
Another Mission
ActionLouis, Zayn, Liam, Niall, Harry. Adalah 5 nama agent detektif yang selalu menyelesaikan misi yang diberikan dengan sempurna. Seringkali mereka belima dibentuk dalam 1 tim untuk menjalankan misi yang berat atau beresiko. Banyak yang akan mereka hada...
