oneshoot selesai

456 44 11
                                        

Pagi itu Yoonji sudah berdiri di depan gerbang sekolah. Ini hari pertamanya sekolah, hari pertama juga dia pindah ke daerah sini. Sudah sering pindah-pindah membuat Yoonji terbiasa dengan lingkungan dan cuek saja. Biasanya dia akan pindah juga dengan saudara kembarnya, Min Yoongi tapi dia bilang ingin stay saja di Daegu.

Ayahnya sudah pergi 10 menit yang lalu. Tadinya ayahnya ingin mengantar anak perempuan cantiknya itu sampai ke ruang kelas, tapi dengan tegas Yoonji mengatakan "Ayah, aku sudah besar, bukan anak TK lagi". Dan ayahnya pun menurutinya.

Dengan langkah pelan namun mantap, Yoonji masuk ke kawasan lingkungan sekolah barunya itu. Sekolah masih sepi karna ini masih 30 menit sebelum bel masuk sekolah. Biasanya anak-anak lain paling masuk 5 menit sebelum bel masuk.

Yoonji menaiki tangga ke lantai dua, di lantai satu hanyalah lapangan indoor dan aula untuk pertemuan. Ruangan yang Yoonji cari pertama adalah ruang guru, dia harus bertemu dengan wali kelas yang akan menjadi pendampingnya di sekolah.

5 menit Yoonji berputar-putar dan itu membuatnya kesal setengah mati "dimana sih ruang gurunya? Bikin darting aja deh" kesal Yoonji sambil mengibaskan rambutnya yang pendek sebahu.

Tak berapa lama, dia pun melihat papan bertuliskan "Ruang Guru". Dengan sopan dia mengetuk pintu terlebih dahulu. Tidak terdengar sahutan masuk dari dalam, maka dengan was-was dia membuka pintu geser itu dan melongokan kepalanya.

"Hei siapa kau?" Teriak seorang pria dewasa dari arah kamar mandi. Yoonji langsung menegakkan badannya "saya Min Yoonji, saya mau bertemu dengan wali kelas 2-1" ucap Yoonji dengan datar.

Pria itu diam sebentar, setelahnya dia langsung bertepuk tangan heboh "ya ampun jadi kau Min Yoonji? Haha rupanya kau lebih cantik daripada di foto itu" kata guru itu dan membuat raut wajah Yoonji berubah 'dia memuji ku cantik? Ya aku memang cantik kok'. "Sini-sini masuk, kau pagi sekali sudah datang, tunggu sebentar ya kita akan kelas bersama dan aku akan memperkenalkan mu dengan teman-temanmu yang lain" lanjut guru itu dengan senyumannya

"Ah aku lupa, panggil saja aku Guru Ha, aku mengajar pelajaran Bahasa Inggris. Ku lihat dari profilmu kau pandai dalam pelajaran Bahasa, apa kau pandai juga dalam pelajaran lain? Semisal yang hitung-menghitung?" Tanya Guru Ha pada Yoonji yang sedang duduk disebelahnya dan melihat sekeliling ruang guru.

"Ah aku memang pandai dalam bahasa, tapi kalau masalah hitung-hitungan aku juga bisa tapi kadang sedikit payah juga" jawab Yoonji dengan kikuk 'gila wali kelasnya ganteng gini, aku harus pamer pada Yoongi oppa'

"Tak masalah, kau bisa bekerja sama dengan teman sekelas mu nanti, setahu ku Kim Namjoon cukup pintar untuk masalah hitungan" balas Guru Ha dengan senyum tampannya. Tanpa sadar Yoonji memperhatikan Guru Ha dengan intens.

"Nah ayo kita ke kelas, bel masuk sebentar lagi berbunyi" Yoonji langsung sadar setelah Guru Ha berdiri. Yoonji pun mengikuti Guru Ha dari belakang.

~

Dari luar kelas, terdengar ribut-ribut ramai. Maklum mereka masih anak SMA dan masih banyak bertingkah seperti anak kecil, itu karna mereka agak sedikit stress dengan beban menjadi murid dari kelas unggulan.

Kita lihat lagi kedalam, ternyata kebanyakan sedang mengobrol dengan teman sebangku, ada yang bermain game, tidur atau pun membuka buku pelajaran. Siswa yang menghuni kelas ini pun sedikit, kurang dari 30 murid, kebanyakan lelaki.

Sama halnya dengan 6 siswa mempesona ini. Mereka terlihat seperti visual dari sebuah grup boyband, tapi nyatanya mereka hanyalah murid SMA yang kebetulan di anugrahi wajah tampan. Semua penghuni sekolah menyebutnya The Boys.

Mereka adalah leader The Boys, Kim Namjoon. Murid pintar dengan IQ hampir 140, tampan, pintar di semua pelajaran khususnya bahasa dan matematika, pintar membuat puisi, tapi kadang image bagusnya harus hancur karna kelakuannya, the God of Destruction, agak geek dengan hal yang berbau salah satu karakter emoticon di KaTalk.

Min Yoonji and The BoysStories to obsess over. Discover now