[1] F I R S T

174 19 2
                                        

Di sini lah aku, di atas rooftop sekolah menikmati hembusan angin di temani sekotak susu dingin di genggamanku.

Rooftop adalah tempat favoritku. Tempat di mana aku bisa merasakan ketenangan tanpa seseorang bisa mengganguku.

Ah, kutarik ucapanku. Seseorang baru saja datang. Tunggu, sebelumnya tidak ada yang pernah naik ke atas.

Aku berbalik, terlihat seorang namja dengan headphone putih yang melingkar di lehernya berjalan menuju arahku.

'Siapa dia?'

Buuuk!

Namja itu duduk di sampingku, pandanganku tak terlepas dari tingkahnya yang bisa di bilang dingin dan keren, bagiku.

"Siapa kau?" Tanyaku spontan.

"Bukan urusanmu." Jawabnya dingin.

Aku membuang mukaku menghadap sisi lain, mengalihkan pandanganku darinya.

"Cih! Sombong sekali dia." Batinku

*****

Bel sudah berbunyi, tepatnya lebih dari sepuluh menit yang lalu, tapi kenapa Shin seonsaengnim belum datang juga?!

Tapi tepat di saat itu juga, tiba-tiba pintu kelas terbuka. Semua murid yang berada di kelas berhamburan kembali ke tempat duduk masing-masing.

"Annyeonghaseyo seonsaengnim!" Sapa kami semua.

"Annyeonghaeseyo semua! Hari ini kita kedatangan murid baru dari jauh, silahkan masuk..." Shin ssaem mempersilahkan seseorang yang berada di luar pintu untuk masuk.

"Bukannya dia namja yang tadi?!" Ucapku dalam hati sembari mataku yang tak lepas menatap setiap gerak - geriknya.

"Sekarang silahkan perkenalkan dirimu, dan beritahu tempat asalmu."

"Namaku Kim Tae Hyung. Siswa pindahan dari Daegu." Ucapnya, seluruh perempuan di kelas mulai ricuh.

"Baiklah, Taehyung. Silahkan kamu duduk di... Ah! Samping Soohee." Shin ssaem menunjuk bangku kosong di sampingku.
Mataku terbuka lebar, kenapa harus aku yang duduk dengan lelaki dingin itu?! Sial.

Aku membuka bukuku, berusaha mengalihkan pandangan dari namja dingin bernama Taehyung yang sudah sedari tadi duduk di bangkunya.

Entah kenapa, kurasa pelajaran berlangsung lama, aku menatap ke luar jendela melihat kelas lain yang sedang berolahraga.

Seseorang yang cukup familiar melambaikan tangan ke arahku.

"Soohee-ya!" Ternyata dia, sahabatku yang satu sekolah denganku. Aku hanya tersenyum dan balas melambaikan tangan.

"Argh, kapan bel pulang berbunyi sih?!" Batinku, aku kembali menghadap depan mendengarkan Shin ssaem yang masih menjelaskan materi.

*****

Bel pulang berbunyi, seluruh murid berhamburan keluar dan memenuhi koridor kelas, membuatnya ramai.

Aku merapikan bukuku dan segera keluar dari kelas. Seseorang dari arah belakang merangkulku seketika.

"Hey!" Sapa Jungkook kepadaku.

"Turunkan tanganmu Jungkook-ah, kau membuat kita menjadi pusat perhatian, lihatlah!" Ucapku sambil menatap sekitar.

Terlihat beberapa orang yang menatap kami tak suka, dan terlihat juga yang berbisik-bisik.

"Aku kan sahabatmu," Jungkook masih tak mau menurunkannya, akhirnya aku terpaksa mencubit lengan atletisnya itu.

"Aish! Jinjja? Arra, arra." Aku terkekeh melihat Jungkook yang mengusap - usap bagian yang ku cubit tadi.

Di lain tempat, tanpa sepengetahuan mereka, seseorang dengan hoodie hitam memperhatikan tak suka, menatap iri.

"Cih! Lihat saja!"

To be continue....

Love Story ° kth ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang