Di sebuah daerah di suatu negara terdapat pemukiman yang memiliki sebuah cerita turun-menurun. Konon, di sana terdapat perkampungan yang makmur. Masyarakat hidup dalam kedamaian hingga seorang gadis pendatang tinggal di sana bersama kedua orang tuanya. Gadis tersebut bernama Rumi, ia memiliki paras yang amat cantik sehingga membuat para pemuda jatuh hati padanya.
Suatu hari, seorang pemuda datang ke rumah Rumi untuk melamar gadis tersebut. Namun, pemuda itu lari tunggang-langgang dari rumah tersebut dan berteriak seperti orang gila. Dia memperingati para warga agar meninggalkan kampung namun tidak digubris, pemuda itu justru diusir dari kampung halamannya. Maka Ia pun pergi dan tidak pernah kembali. Semenjak saat itu, wabah penyakit berjangkit di masyarakat yang menimbulkan kematian, termasuk kedua orang tua sang gadis.
Suatu hari seorang petani pulang ketika hari sudah gelap. Ia melewati pemakaman dan melihat Rumi keluar dari salah satu lubang makam sambil membawa sebuah jasad. Petani bersembunyi di balik salah satu pohon yang agak besar. Ia melihat Rumi mulai melahap mayat itu. Hal tersebut membuatnya mengendap-endap menjauhi tempat itu dan pergi menemui kepala desa.
Keesokan paginya para warga mendatangi rumah Rumi untuk mengusirnya. Mereka mengetuk pintu. Karena tak ada jwaban, mereka pun membuka pintu rumahnya. Di dalam rumah agak gelap, tapi mereka masih bisa melihat samar-samar.
Alangkah terkejutnya mereka melihat potongan-potongan tubuh digantung di ruang depan layaknya penjaja daging. Tiba-tiba Rumi muncul sambil membawa sebuah kantung. Ia mengeluarkan pasir dari dalam kantung tersebut dan meniupkannya ke arah masssa yang menyebabkan mereka menggeliat kepanasan sebelum akhirnya meninggal dengan wajah terkoyak akibat luka bakar. Orang-orang bergidik ngeri melihat hal itu, ditambah suara tawa Rumi yang begitu menyeramkan. Mereka lari terbirit-birit meninggalkan kampung.
Pesan singkat:
jangan tertipu dengan penampilan seseorang.
Haii... Aku di sini penulis baru (walaupun gak baru-baru banget sih). Aku mau coba-coba bikin cerpen, tp jadinya malah begini.. ya udahlah. Terima kasih kepada orang-orang yg mau meluangkan waktunya untuk baca cerita ini. Aku sadar cerita ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu aku butuh saran dan komentar kalian. Terima kasih banyakk..
YOU ARE READING
cerpenku
Short StoryHanya cerpen biasa tapi buatan sendiri, terinspirasi dari beberapa cerita
