Keadaan ini bukanlah keadaan yang kami inginkan.
Para manusia yang ada dalam naungan kami berlarian layaknya domba yang tengah dikejar serigala.
Sebenarnya, kami ingin menyerah dan mengangkat tangan pada cahaya tanpa sinar di atas langit kelabu yang marah.
Menyerah.
Kami ingin menyuarakan kata itu sekarang juga, tetapi suara kami bahkan tak lagi bisa berlagu tatkala mata mulai melihat batu cadas runcing yang tiba-tiba mencuat dari dalam tanah puing-puing bangunan kota metropolitan.
Batu bak jarum itu kemudian menusuk-nusuk manusia yang berlarian di atas tanah distopia tanpa ampun. Merenggut nyawa mereka dalam sekali tembus. Darah yang muncrat kali ini tidak segampang biasanya. Kami serasa ingin muntah melihat hal ini.
Ini bukanlah kebebasan.
Ini adalah hari akhir.
Ash, kuharap kau tidak mengerti arti dari semua ini sebelum kau meninggalkan kami.
YOU ARE READING
Black Flashlight
FantasyGenre : Fantasy - Adventure - Action - Minor Romance and Friendship - Kisah pertaruhan nyawa di antara deru tembak dan denting senjata tajam serta sinar lingkaran sihir menuntun sekelompok orang untuk menantang sang raja yang bersembunyi di balik ba...
