FIRST ÷>> 1. Love at the first sight

2.9K 68 18
                                        


No matter what happens, you are not
alone...
I've been living just so i could meet you..

● ● ●

Sabtu, 04 Maret 2015


"Satu merah..."

"Lima... Hitam,"

"Satu kuning!"

"Tiga me-rah..."

Ditunjuknya beberapa mobil yang berlalu lalang dibawah derasnya rintikan hujan.

Ia duduk dibawah pohon beringin besar. Kakinya diiayun-ayunkannya, dan tangannya sibuk merobek robek daun yang berjatuhan di kanan dan kiri. Dari arah belakang terlihat pemandangan yang mendominasi berupa gundukan tanah yang berjajar rapih.

Sesekali angin meniup sangat dingin hingga menusuk ke tulang-tulang.

Bahkan beberapa orang sibuk berlarian mencari tempat untuk berteduh. Dan bunyi klaksonan mobil yang memeikik memecah kemacetan ibu kota.

"Sepertinya hujannya tidak berhenti turun..." Ucap seorang gadis berusia 20 tahunan, "ahhhhh, pa'de aku bisa telat sampai di stasiun nihh. Pasti keretanya udah berangkat..," lanjutnya sambil menggosok-gosokan tangannya yang kedinginan.

Matanya mengenadah menatap langit sore yang menggelap, dan sesekali diiringi kilatan guntur. Beberapa kali ia juga mengusap wajahnya yang terkena tetesan air dari sela-sela dahan pohon yang menaunginya.

Area pemakaman yang mulai sepi, dengan kios-kios mulai menutup gerainya karena beberapa peziarah telah meninggalkan area tersebut beberapa jam yang lalu.

"Maaf non, sepertinya mobilnya mogok. Saluran akinya bermasalah. Jadi kalo tidak keberatan, non.. bisaaa naik bus ke Bandungnya?" Pa'de Tomo muncul dibalik kap mobil

"Seriusan pa'de? Aduhhhh..."

"Yaudah deh, aku naik bus aja sekalian jalan-jalan. Barang-barang aku titip ya pa'de." jawabnya seraya berdiri. Ia melambaikan tangan dan mulai berjalan menjauh...

***

... Gadis yang terlihat berlari keluar dari area pemakaman itu nampak tergopoh-gopoh mengejar sesuatu dihadapannya yang mulai berjalan menjauh. Kakinya yang terbalut sepatu kets coklat tua mulai nampak terseok-seok, dari mulut dan hidungnya terlihat uap putih tak kasap. Ia kedinginan dan tentu saja ia merasa kelelahan.

Rambutnya yang hitam panjang terurai berkejaran terbawa angin musim penghujan.

Dari mulutnya tidak berkata apapun, hanya caranya mengatur nafas yang hampir habis saat ia memilih untuk berhenti berlari dan memutuskan meneduh di halte terdekat. Dengan sigap ia merapikan rambut serta pakaiannya yang terlihat berantakan. Ia pun duduk disalah satu bangku halte.

"Mahhh... " ucap gadis bernama lengkap Adellia Poetri Andani dengan lirih

Selang beberapa menit, Bus berikutnya yang ditunggu-tunggu pun datang. Della menaiki bus itu sambil memegang erat slingbag hitam miliknya.

Didalam bus keadaan nampak penuh sesak oleh para penumpang. Della berjalan menuju bangku belakang kesukaannya yang syukurnya bangku itu kosong.

Setelah mendapatkan bangku kosong tepat disamping jendela. Dikeluarkannya mp3 dari saku jaket bomber maroonnya.

Play i see the light - mandy moore

FIRST (Hal Terburuk Mencintai Dalam Diam)Stories to obsess over. Discover now