Bukan hal mudah melewati berbagai macam rangkaian acara yang digelar tadi. Ditambah dengan sikap dingin sang suami dari awal mereka bersanding dipelaminan.
Tidak ada satu patah katapun yang keluar dari mulutnya.
"Em... Anu..." Queen mencoba untuk membuka percakapan diantara mereka, karena atmosfer disini terlalu menakutkan. Mereka berdua tengah beristirahat di kamar khusus yang sudah disediakan pihak hotel. Karena kebetulan hotel ini milik paman Dean, sehingga Dean dan Queen adalah tamu kehormatan.
Tapi sayangnya Dean sama sekali tak menggubris sapaan Queen, ia hanya fokus mencopoti atribut sakral yang ada ditubuhnya.
Mereka menikah dengan adat adat sunda sesuai suku keluarga besar Dean. Queen disaksikan oleh keluarga panti, karena ia memang dibesarkan dan diurus oleh petugas panti yaitu Bunda Gita. Queen sudah menganggap Bunda Gita sebagai ibu kandungnya sendiri, setelah kepergian orangtuanya. Ia diasingkan oleh saudara ayahnya ke pedesaan dan akhirnya dirawat oleh Bunda gita yang tidak lain adalah saudara Ibu kandungnya. Ia besar dipanti dengan kasih sayang yang tidak kurang. Bahkan Queen ikut menjaga dn merawat beberapa anak seusianya yang rupanya memiliki nasib yang tak jauh beda dengannya. Sama-sama tak memiliki ayah dan ibu. Mungkin karena itu lah ia merasa nyaman tinggal di panti.
"Aku mau mandi... tapi aku gak punya baju ganti... semua yang aku bawa ilang entah kemana perginya." Lanjut Queen sambil memainkan jari-jarinya karena gugup.
"Yang jelas bukan gue yang buang semua baju lo?" Tanya Dean ketus tanpa menoleh. Itukah jawaban yang seharusnya Queen dapatkan?? Bahkan ia sudah memikirkan ribuan kali setiap kalimat yang akan ia lontarkan pada pria berbadan roti sobek itu.
Ya ampun, Queen kau sudah salah fokus!!
"Em... baiklah... maaf" jawab Queen pelan kemudian ia berbalik untuk segera masuk ke kamar mandi karena badannya cukup lengket karena keringat dan makeup.
'Ada gitu ya orang gak punya hati kayak dia? Untung gue orangnya woles' Gumam Queen untuk menguatkan hatinya, karena ini pertama kalinya ia diacuhkan oleh pria.
Jangan sampai Dean menggoncang kejiwaan mu Queen!!
Queen adalah gadis yang bisa menarik perhatian pria dengan caranya sendiri. Tak hanya itu ia juga sebenarnya memiliki wajah yang imut, maka tak jarang banyak pria yang mencoba mendekatinya. Tapi tak ada yang mendapat respon positif dari Queen. Ia akan mengabaikan kehadiran mereka seolah mereka memang tak pernah muncul dihadapannya. "Jadi... gini ya rasanya dicuekin?? Sakit juga ternyata. Oke mulai saat ini gue gak akan nyuekin cowok lagi. SEMANGAT QUEEEEENNN!!!" Teriak Queen penuh semangat dari dalam kamar mandi. Mungkin ia tidak sadar kalau suaranya bisa didengar oleh Dean.
Queen itu sebenarnya memiliki kelebihan yang sangat menarik. Perkataannya bisa memikat dan mempengaruhi siapa pun. Tapi sebenarnya ia tidak memiliki otak yang encer. Maksudnya ia tidak begitu pandai dalam hal pelajaran. Itu yang menjadi alasan ia di acuhkan dikelasnya. Ia tidak memiliki catatan baik dengan teman-teman sekelasnya, mereka mengacuhkan Queen. Begitu juga Queen yang tak peduli dengan kehidupan mereka.
Lain halnya dengan Dean, dia adalah perwujudan dari kesempurnaan. Banyak wanita dikelasnya yang tertarik padanya. Bahkan Queen juga pernah mengaguminya. Tapi Dean dekat dengan seorang gadis yang cantik dan terlihat seperti model. Dan gadis itu selalu mengikuti Dean kemanapun ia pergi.
Menjadi suami dari wanita yang tidak Dean cintai, hal itu jauh dari apa yang Dean bayangkan tentang pernikahan selama ini. Sebenarnya Queen itu sangat cantik, ia akui itu. Tapi ia memang belum bisa menerima kenyataan kalau ia sudah menikah.
Dan ia juga tidak menyangka kalau Queen yang akan menjadi istrinya. Mahasiswi kuper yang hanya berteman dengan sahabatnya saja, siapa lagi kalau bukan Annya. Queen dan Annya adalah teman sekelas Dean.
Dean berbaring di atas kasur sambil meletakan kedua tangannya di belakang kepala. Gaya khas yang biasa dilakukan laki-laki.
Ingatannya kembali melayang tepatnya seminggu yang lalu ketika sang Nenek yang ia cintai harus memohon mati-matian kepada Dean agar Menikahi gadis yang sudah menolong kucingnya yang hampir telibat kecelakaan.
'Nek?? Dean gak mungkin menikah dengan cewek itu. Dean gak cinta sama dia nek.' Tolak Dean mentah-mentah.
Tapi Nenek itu tetap bersikeras memohon pada cucu pertamanya untuk menuruti permintaan gilanya. 'Dean, Nenek gak bisa bayangin kalau Mochi beneran ketabrak mobil tadi. Kamu pikir bagaimana hidup Nenek melewati hari tanpa Mochi?? Dia itu kucing kesayangan Nenek satu-satunya. Hadiah dari almarhum Kakek kamu.'
'Dia sangat berjasa bagi Nenek dan Mochi, dia menyelamatkan Mochi dari kematian, Dean!!! Kamu durhaka menolak permintaan Nenek!!" Teriak Neneknya dalam isak tangisnya.
Gadis itu mendekat dan membantu sang Nenek untu berdiri. 'Em... Nek... sepertinya hal ini tidak perlu dilakukan... sudah sepatutnya kita saling menolong kan?? Saya juga tidak mengharap apa pun.'
Queen, gadis yang sudah menolong kucing itu angkat suara karena tidak tega melihat Nenek tua renta yang berlutut dihadapan seorang anak muda.
'Tuh lihat kan Dean?? Gadis ini kurang apa lagi? Wajah dan hatinya begitu cantik... kalau kamu tidak menuruti perintah Nenek... kamu akan Nenek coret dari daftar harta warisan!!'
BLAMMMM
Dean tersentak dari lamunannya karena terkejut dengan suara bantingan pintu yang berasal dari kamar mandi.
"Oops... sorry... gue gak sengaja..." kekeh gadis itu tanpa dosa, tanpa peduli dengan ekspresi terkejut pria dihadapannya.
Queen berjalan santai menuju meja rias dan berencana untuk mengeringkan rambutnya yang basah karena sehabis keramas.
"Lo mau tidur pake kebaya??" Tanya Dean heran.
Queen menelaah penampilannya. "Gue kan udah bilang kalau gue gak punya baju ganti. Ya udah pake alternatif lain aja..."
Penglihatan Queen tidak mungkin salah, karena ia dapan melihat dari pantulan kaca kalau Dean berjalan tegap menghampirinya dan ternyata ia akan masuk ke kamar mandi, tapi sebelum itu Dean berhenti didepan pintu kamar mandinya. "Nih pake kemeja gue..."
Kemudian ia melempar kemeja miliknya hingga jatuh tepat menutupi wajah Queen.
"Terima.... kasih.." lirih Queen pelan karena Dean sudah masuk kedalam kamar mandi.
TBC
☆☆☆
Terimakasih sudah membaca cerpen ini.
Aku menghargai vote dan comments reader. Semuanya sangat berharga.
Aku bukan penulis handal, hanya gadis yang sangat suka menulis. Tapi aku akan terus berusaha memperbaiki dan memperbanyak kosakata nya.
Jangan lupa saran dan kritik yang membangun ya...
Vote dan commennya aku tunggu...
*Dan maaf karena terlalu banyak yang harus diperbaiki, jadi perlahan lahan aku revisi ulang.
(^3^)
Bye bye
Kisseu
ESTÁS LEYENDO
Sacrifice Of Love
RomanceSeorang gadis muda dengan gaun putih berdiri dengan gelisah didepan sebuah pintu yang besar dan juga dihiasi berbagai ukiran klasik. gedung itu adalah gedung pernikahan nya bersama teman sekelasnya. wajahnya penuh dengan ekpresi ke-tidak percayaan...
