Langkah kupercepat, mungkin setengah berlari. Seorang pria berdiri ditepi danau itu.
Ia menengok kearahku ketika mendengar suara lariku. Ia tersenyum, senyum chubbynya.
Ah, bahkan terkadang ia telihat lebih cantik dariku.
"Aish! Apa kau sudah lama menungguku?" Ucapku seraya mengatur nafas dengan tanganku dipundaknya.
"Aku tau kau sibuk, tak apa, duduklah!" Ia menekan pundakku agar duduk.
"Eiy! Siapapun yang mengenal kita, mereka tau kau lebih sibuk dariku, dan kau selalu tepat waktu. Aish!" Aku melirik sinis kearahnya karena tangan jahilnya mencubit hidungku.
"Aku iri padamu!" Sepertinya ia tak memperhatikanku bicara.
"Jjang!" Sebuah parsel yang isinya coklat, botol susu kesukaanku dan beberapa snack membuat mataku berbinar. Mungkin jika digambarkan akan ada bintang-bintang disekitar bola mataku.
Aku membuka parsel itu dan mengambil cookies dan beberapa botol susu. Aku menyuapkan cookies itu padanya.
"Kenapa kau iri?" Ia mengingatkanku pada pernyataanku tadi.
"Kau selalu bisa menghandle waktumu dan pekerjaanmu selesai dengan sempurna. Kau bahkan bisa saja lebih cantik dariku." Ia tertawa.
"Ya! Kenapa kau tertawa?" Ia merebut botol susu digenggamanku.
"Itu milikku!"
"Wajar saja aku lebih cantik darimu! Aku rutin merawat diriku, tapi dirimu? Lihatlah, kau bahkan belum merapikan rambutmu setelah bekerja!" Ucapnya sambil membelai merapikan rambutku.
Aku hanya menatapnya dalam diam.
"Ya! Kenapa malah melamun?"
"Aku hanya berpikir apa kita akan seperti ini selamanya? Bersama?"
"Tentu saja! Aku akan terus bersamamu! Sampai kapanpun!"
"You are liar?"
"Tidak! Aku serius!" Ia merogoh saku jaketnya. Ia menarik tangan kiriku lalu menyematkan sebuah cincin dijari manisku. Ia menanggalkan tangannya dari tanganku, membiarkan aku melihat apa yang ia berikan.
Aku menatap cincin itu lalu beralih padanya dengan raut wajah seolah bertanya 'apa ini? Untukku?'
Dia tersenyum, ah bisa-bisa aku meleleh didepannya.
"Aku sudah menemui orangtuamu semalam. Mereka menerimaku. Dan sekarang aku baru bisa melamarmu disini. Maaf jika aku tidak romantis seperti orang lain. Maafkan kesibukanku akhir-akhir ini. Aku sedang menyiapkan pernikahan kita."
"Are you serious?!" Mataku terbelalak. Bagaimana tidak? Ia diam-diam menemui orang tuaku dan melamarku. Kemudian mereka merencanakan pernikahan kami secepat ini.
Ia memelukku erat.
"Aku bertemu seseorang yang cantik tadi!" Ucapnya tiba-tiba yang sontak membuatku melepas paksa pelukannya.
"Apa kau bilang?!"
"Hei tenanglah dulu!"
"Bagaimana aku bisa tenang! Kau baru melamarku dan kau bilang bertemu wanita cantik!"
"Siapa bilang aku bertemu wanita?"
"Kau bilang tadi seseorang yang cantik?"
"Memangnya di Korea Selatan hanya wanita yang cantik?"
"Uh? Maksudmu?"
"Kau lupa jika adikmu salah satu pria cantik?"
Mataku membulat? Adikku? Bagaimana bisa ia bertemu dengannya?
"Kau bertemu dengannya? Kau yakin itu adikku Lee Hongbin?"
"Aku yakin!"
"Hakyeon hyung!"
"Noona! Aku merindukanmu! Kau nakal sekarang, pulang bekerja tak langsung kerumah malah kencan disini!"
Aku sontak memeluknya. Lee Hongbin adikku yang lebih cantik dariku meskipun ia pria. Ah aku berpikir kenapa pria terdekatku malah lebih cantik dariku.
"Binnie-a! Kenapa kau tak mengabari ku hah?! Dan beraninya kau menceramahiku?!"
Hongbin dan Hakyeon tertawa bersamaan. Seolah-olah mereka menertawaiku karena mereka lebih cantik dariku. Urgh!
"Apa yang perlu aku bantu untuk pernikahan kalian?"
"Pre-wedding Photo!" Hakyeon berucap semangat.
"Sekarang?!" Teriakku.
"Baiklah! Tunggu apa lagi? Ayo ketempat yang kau bicarakan hyung!"
"Yak! Kalian sudah merencanakan semuanya dibelakangku?" Tak ada yang menjawabku. Hakyeon malah merangkulku dan menuntunku membuntuti Hongbin yang lebih dahulu berjalan.
Saat aku memalingkan wajahku pada Hakyeon, ia mendekatkan wajahnya, mataku spontan tertutup.
"Aku mencintaimu Lee Hyera! Kenapa kau menutup matamu?" Bisiknya kemudian berlari dariku.
"Yak! Kau ini yaa!" Aish! Aku mengejarnya.
Aku harap ini akan menjadi lembaran baru dihidupku yang akan lebih baik.
'Aku juga mencintaimu Cha Hakyeon!'
☆☆☆☆☆☆
Yuhuuuu ~
Im back with Oneshoot story ~
Lalalalala ><
Hope you enjoy it ~
Jangan lupa voment, kritik saran chingu ~ ><
Fin. Edited. 22 Juni 2017
YOU ARE READING
VIXX FlashFict
RandomHanya sekumpulan imajinasi :) Beberapa terinspirasi kisah nyata (: 2 #vixx 310718 4 #flashfiction 06082018 6 #flashfiction 04012019 Cover by @Bluisherlock
