A/N: Cerita ini udah pernah di publish sebelumnya, tapi di delete Wattpad. Jadi harus nulis ulang, kemungkinan bakal beda banget tapi plot nya sama kok. :)
_____
Adaline menatap gaun yang tergeletak di atas kasurnya, gaun itu indah tapi Adaline tidak mungkin nyaman memakainya.
Hari ini adalah hari pernikahan Eleanor, kakak dari Adaline. Eleanor selalu ingin bridesmaids nya untuk terlihat sempurna, tapi dia seperti menantang Adaline.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
"Kau hanya akan menatap gaun tersebut atau memakainya?" tanya Sara, Sara adalah salah satu teman Eleanor
"Gaun yang kupakai tidak begitu buruk, bukan?" tanya Adaline, gaun yang dia pakai biasa saja, bahkan sedikit kebesaran.
"Ini adalah hari besar kakakmu, kau yakin ingin tampil tidak begitu buruk?" Sara memiliki kepribadian yang hampir sama dengan Eleanor, "Dia memilih baju itu karena suatu alasan, dia tahu kau akan takut. Kau ingin membuktikan dia benar atau salah?" Sara mengeluarkan pertanyaan retoris dan dia pergi dari kamar hotel Adaline
"Baiklah, apa salahnya?" pikir Adaline dan mengambil gaun tersebut dan memakainya.
Dia merasa kurang percaya diri karena belahan dadanya sedikit terlihat, Adaline mencoba menutupi itu dengan rambut.
Adaline berjalan keluar dari kamar hotelnya yang cukup mewah, siapapun yang dinikahi Eleanor, dia adalah pria yang kaya raya.
Adaline belum pernah bertemu dengan calon suami Eleanor, mereka baru berpacaran beberapa bulan saja dan Eleanor selalu dibawa pergi olehnya.
Adaline ingat nama lelaki itu adalah Clyde Abraham, seorang pengusaha yang dulunya adalah makelar saham.
Hanya itu. Bahkan, Adaline belum tahu seperti apa rupa wajahnya. Adaline berjalan menuju kamar pengantin Eleanor, dia membuka pintu untuk menemukan Eleanor sedang meminum botol champagne.
"Eleanor, hentikan. Kau tidak ingin mabuk saat hari pernikahanmu" Adaline menasihati tetapi Eleanor tidak mau mendengar, dia tetap meminum hingga botol itu hampir habis.
"Aku bertengkar dengan Clyde kemarin malam. Dan aku sekarang ragu untuk menikahinya." Eleanor berkata, dia terlihat sedikit berantakan. Adaline duduk di sampingnya, Eleanor terlihat cantik di dalam gaun pengantinnya yang mengembang dan berbahan tulle.
"Kau hanya harus ingat kau mencintainya, El. Dan dia juga mencintaimu" Adaline merespon dan Eleanor terlihat sedikit ragu, "Dia tidak mungkin menghamburkan uang sebanyak itu jika dia tidak mencintaimu"
"Aku baru mengenal dia selama delapan bulan, Adaline. Bukankah ini semua terlalu cepat?" tanya Eleanor dan Adaline ingin setuju dengannya, tapi itu akan semakin membuat Eleanor ragu
"Terkadang, tidak butuh waktu lama untuk mengetahui seseorang yang benar-benar cocok dengan kita. Aku yakin, Clyde melihat kau sebagai orang yang dia inginkan, dan dia tidak ingin membuang-buang waktu lagi." jawab Adaline dan Eleanor tersenyum. Secara mental, terdengar seperti Adaline yang lebih tua.
"Kau benar, aku mencemaskan sesuatu yang konyol. Aku cinta Clyde." Eleanor meyakinkan dan beranjak dari kursinya, "Kau bisa panggilkan Sara? Aku butuh bantuan dia dengan gaun ini" Suasana hati Eleanor berubah dalam sekejap
"Baiklah. Sekali lagi, selamat berbahagia." Adaline berkata dan keluar dari kamar Eleanor untuk mencari Sara
Setelah bertemu Sara, Adaline harus bersiap-siap mengiringi Eleanor. Adaline berjalan ke lokasi tempat pernikahan akan dilangsungkan.
Adaline melihat Ibu yang sedang berbincang dengan seorang laki-laki. Ibu melirik Adaline dan memberikan isyarat untuk Adaline segera mendampingi Ibu.
Adaline menuruti Ibu dan berjalan ke arahnya,
"Clyde, ini Adaline, adik dari Eleanor." Ibu memperkenalkan Adaline dengan lelaki yang akan dinikahi Eleanor. Clyde Abraham.
Clyde menatap Adaline dari atas hingga bawah, Adaline merasa sedikit malu dan mencoba untuk tersenyum.
Clyde Abraham memiliki rambut berwarna cokelat, mata yang lebih biru dari samudra pasifik. Dia tinggi dan ramping, memiliki senyum tertampan yang Adaline pernah lihat.
Clyde dan Adaline berjabat tangan, mungkin sedikit terlalu lama karena Ibu sudah berdeham.
"Kau terlihat sangat berbeda dari yang Eleanor ceritakan" Clyde berkata, dia memiliki suara yang berat dan sedikit serak.
"Eleanor bercerita apa tentangku? Aku harap kau mendengar hal-hal yang baik." tanya Adaline
"Dia tidak bercerita banyak, tapi dia menunjukan fotomu. Kau terlihat sangat berbeda aslinya" jawab Clyde
"Berbeda dalam artian baik atau buruk?" tanya Adaline
"Baik. Tentu saja." jawab Clyde dan dia tersenyum, "Kau umur berapa?" tanya Clyde
"Tujuh belas." jawab Adaline
"Kau tahu, Clyde, Adaline sangat ingin menjadi arsitek" Ibu berkata, Adaline sampai lupa bahwa ada Ibu selama percakapan mereka berlangsung
"Aku belum tahu, aku tidak begitu ingin menjadi arsitek." Adaline merespon, itu adalah keinginan Ibu
"Mungkin kau tertarik bekerja di bidang saham? Aku bisa memberimu lowongan untuk bermagang di perusahaanku." Clyde menawarkan
"Bekerja di bidang saham? Terdengar seperti pekerjaan yang cukup brutal bagiku." jawab Adaline
"Pekerjaan yang menyenangkan, aku yakin kau akan suka jika kau mahir merayu." Clyde berkata dan Ibu berdeham, "Merayu pengusaha untuk membeli saham, Margaret. Aku tidak gila." Clyde menambahkan dan Adaline tertawa
"Eleanor sudah siap." Seorang kru berbisik kepada Clyde dan Ibu
"Sepertinya itu sinyalku, sampai jumpa lagi." Clyde berkata dan pergi
"Kau harus bantu Eleanor, sepertinya dia baru saja meneguk tiga tequila." Ibu meminta Adaline