00

610 23 1
                                        

Satu bulan yang lalu

Teet

  Bunyi bel SMA Tunas Harapan menadakan habisnya jam pelajaran bagi para siswa.

  Seorang perempuan berjalan di koridor sekolah menuju gerbang. Langkahnya terhenti ketika mendengar bunyi pesan dari handphonenya.

Bae : Yang pulang bareng ya, aku tunggu diparkiran.
Bey : Hmmm...

  Sungguh, perempuan itu ingin menghindari lelaki yang menjadi kekasihnya sejak dua bulan yang lalu. Dia tidak yakin dengan perasaannya sendiri apakah dia mencintai lelaki itu atau tidak. Lalu mengapa dia menerima ajakan lelaki itu untuk menjadi pacarnya ? Entahlah.

*sesampainya di parkiran*

  "Pulang yuk, tapi kita makan dulu" ajak lelaki itu, lalu memberikan senyum terbaiknya untuk sang kekasih.

  "Hmmm..." jawab perempuan itu, membalas senyum yang diberikan oleh sang pacar.

  Mereka kini sedang berada di m*d.

  "Yang, aku pengen ngomong sama kamu" perempuan itu memecah keheningan diantara mereka.

  "Ngomong apa?" jawab sang pacar dengan santainya.

  "Kita putus, yuk ?"

  Betapa terkejutnya lelaki itu mendengar ajakkan sang kekasih untuk mengakhiri hubungan mereka.

  "Kamu udah kan makanya ? Yuk, aku anter pulang" bukannya menjawab pertanyaan sang pacar lelaki itu memilih untuk mengalihkan pembicaraan. Jujur ia tidak tahu apa yang harus ia jawab. Disatu sisi ia masih mencintai gadis yang ada di hadapannya, disisi lain ia harus menghargai keputusan sang pacar untuk mengakhiri hubungannya.

*di depan rumah*

  "Makasih untuk 2 bulannya ya" kata laki-laki itu singkat, dan mencoba untuk tersenyum.

  "Sorry..."
  "It's okey, masuk gih, aku mau pulang. Selamat sore mantan"


*

**

Hallo, aku penulis baru disini. Cerita ini murni dari pikiran aku, kalo ada kesamaan nama tempat dll. itu hanya kebetulan.
Maaf kalo cerita ini gaje, penulis baru soalnya 😊 nantikan kisah selanjutnya ya. Makasih untuk membaca cerita ini.
Kalo mau ngasih krtik & saran silahkan. Jangan lupa vote+komen tarnya.

MANTANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang