Udara dingin berhembus menyelimuti kota New York,orang-orang menggunakan jaket tebal berlapis-lapis, jalan-jalan dipenuhi cahaya lampu berkilauan ,ditengah kota berdiri pohon natal yang menjulang tinggi melengkapi indahnya hari natal.
Orang-orang berkumpul merasakan hangatnya cinta dihari natal. Tetapi tidak dengan Alice Anderson, gadis berambut coklat gelombang, kulit seputih salju, kaki jejangnya ditutupi celana tebal bewarna biru tua, bola mata coklat muda dipadu dengan tatapan tajamnya yang membuat dirinya terlihat sangat cantik.
___________________________
Aku menatap kota ini dari balik jendela kamarku dengan mata penuh kesedihan.
"haaahhh.... mengapa harus terjadi?mengapa harus aku yang mengalaminya?!" batinku kesal sambil menyeka air mata yang telah membendung.
"Apa salahku?!mengapa aku kehilangan segalanya dalam sekejap?!" Air mataku mengalir membasahi pipi
Tok..Tok..Tok "Alice apa kau sudah tidur" tanya seorang pria dengan suara teduh dari balik pintu.
"Belum..." Kemudian laki-laki tinggi,berhidung mancung,mata teduh penuh kesedihan itu masuk memelukku sangat erat hingga ia tidak kuasa menahan isak tangisnya.
"Crish kenapa Daddy dan Mama harus berpisah secepat ini?! Apa mereka tidak bisa menyelesaikannya dengan baik-baik?" tanyaku penuh harap
"Alice Daddy dan Mama tidak bisa bersama lagi karena mereka memutuskan untuk mengurus diri masing-masing?" jelasnya meyakinkanku
"Kenapa?apa mereka sudah tidak sayang lagi padaku?!!".
"Bukan begitu Alice mereka sangat menyayangi kita berdua tetapi mereka sudah menyadari bahwa mereka tidak bisa hidup bersama lagi" Crish mengusap kepalaku dengan hangat dan lembut.
"Alice mulai sekarang kamu tidak boleh berpikiran buruk seperti itu,kamu harus beradaptasi dengan suasana seperti ini.
Walau ini terasa menyakitkan tapi jika kamu bisa menghadapinya maka suatu saat rasa ini lama-lama akan pudar." hiburnya sambil mengusap air mataku yang menetes tak henti-henti.
"Tapi apakah kita masih bisa tinggal bersama?Aku tidak ingin berpisah darimu ,aku tidak ingin kehilangan, sudah cukup!!".
"Alice kita tidak akan tinggal bersama lagi,karena aky akan tinggal bersama Daddy disini dan kamu akan pulang ke tempat asal Mama."
"Tidakk!! Aku tetap ingin tinggal bersama denganmu, jika tidak ada kakak siapa lagi orang yang akan mendengarkan keluh kesal ku nanti."
"Dengar Alice, kamu tetap bisa menghubungiku dari sana, kamu bisa menceritakan segalanya dari sana"
"Beda!!itu beda apa kakak tidak mengerti?! rasanya beda jika kakak berada didekatku dengan kakak jauh dariku."
"Alice ingat aku itu akan selalu ada untukmu jadi setiap waktu kamu butuh aku ,aku pasti akan mendengarkan segala keluh kesalmu nanti? Aku akan menjadi kakak yang lebih baik untukmu. Oke?"
"Tap...pi" suaraku tersendak
"ssstttt.... sudah Alice sekarang waktunya untuk tidur,tenangkan pikiranmu,okey...."
"hhhmmm....." Kemudian Crish mencium keningku dengan hangat sebelum aku tertidur.
Udara segar pagi hari menyelinap masuk dari jendela kamarku dan mulai menusuk hidungku,cahaya matahari dengan lembut menyinari kedua kelopak mataku,aku terbangun dari tidur melihat keadaan sekeliling teringat kejadian yang terjadi tadi malam.
"Tok..Tok" suara Crish menirukan ketukan pintu,ia membawa nampan yang berisikan roti panggang serta susu coklat hangat.
"Wahhh... baunya membuat perutku meronta" candaku padanya. "wkwkwk.... lebay kamu." ia mengusap rambutku sangat lembut kehangatannya membuatku tak bisa lepas darinya.
YOU ARE READING
DESTINY
RomanceCinta, Kata itu tidak lagi memiliki arti bagi perempuan cantik Alice Anderson. Kenangan tentang cinta yang dialami Alice membuatnya tidak ingin merasakannya kembali.Semanis dan seindah kata cinta tidak akan membuat Alice goyah dari pendiriannya. Hin...
