Prolog

139 10 4
                                        

Author pov

Seorang gadis muda sedang menuruni tangga dengan enggan menuju ruang makan,karena rasa kantuknya yang tak kunjung hilang karena semalaman penuh ia mengerjakan tugas makalah yang diberikan seonsaeng-nim kemarin.

”Morning Grandpa,Mom, Dad, yeol-i ” Sapa gadis itu sambil menguap lebar.Ia adalah Yoona,satu satunya perempuan di generasi ke 3 keluarga Park itu,sangat periang namun juga pendiam.Rambut lurus sepinggang berwarna pirang,mata biru yang damai lembut nan menghanyutkan serta kecerdasannya yang tak diragukan,bentuk tubuh yang menyaingi Rose Blackpink itu membuat banyak namja terpikat.

”Morning honey” Sahut Hyerin yang sedang mengoleskan selai itu.Eommanya ini mempunyai sifat yang sangat berlebihan dalam segala hal.

“Apakah kau begadang semalaman untuk mengerjakan tugasmu? Jangan terlalu memaksakan diri chagi-ya” Ceplos sang kakak yang memang tak memusingkan tentang sekolah itu,membuat Yoona berdecak sebal.Chanyeol juga satu satunya laki laki di generasi ke 3 keluarga Park.Tak kalah dengan Yoona rambut lurus grey nya yang menawan,mata hitam pekat yang meneduhkan serta tinggi yang menyaingi tiang listrik itu sudah cukup membuat yeoja yeoja di sekitarnya klepek klepek,dengan fisiknya ini sangat menguntungkan bagi Chanyeol karena dia termasuk playboy kelas kakap.

“Kyaa oppa, aku tidak akan mengerjakannya sampai larut jika kau tidak menggangguku” Gerutu Yoona karena kelakuan kakaknya yang semalam meminjam laptopnya untuk bermain game.

Kyuhyun,kakek yang sering tidak adil dalam memutuskan sesuatu tentang cucunya dan Ji Ho,ayah yang lebih sering berkencan dengan tumpukan kertas dan laptop daripada keluarga.Mereka hanya terkekeh melihat kelakuan dua anak ini.

“Sudah sudah,apa kalian tidak akan berangkat sekolah eoh? Cepat mandi atau kalian akan telat lagi,dan kau Yoona,bukankah kau ada ujian pagi ini? Bersiaplah,mungkin appa  yang akan mengantarmu karena dia juga akan ada meeting pagi ini” Cerocos Hyerin yang sebal atas kelakuan anak-anaknya itu yang membuat ribut di pagi hari,dan hanya dibalas anggukan oleh Yoona dan Chanyeol lalu memakan roti dengan lahap.


***

Setelah selesai bersiap-siap Yoona berniat berpamitan kepada eommanya namun langkahnya terhenti ketika melihat adegan membosankan yang dilakukan eomma dan kakeknya,lalu memilih langsung berangkat tanpa berpamitan.

Hening.Suasana di mobil tidal seramai saat mereka masih di meja makan,Yoona lebih memilih menyumpali telinganya dengan earphone kesayangannya sedangkan Chanyeol lebih memilih tidur karena jalanan yang macet membuatnya bosan.Sedangkan Ji Ho sesekali melirik dua spesies ini lalu mendesah pelan.

Saat sampai di sekolah Yoona lebih memilih turun duluan daripada harus membangunkan Chanyeol yang saat tidur seperti mayat itu.

Saat sampai di koridor matanya menangkap sosok laki laki tinggi,rambut hitam,yang kontras dengan warna kulitnya yang putih mulus,hidung mancung,serta mata coklat yang bersinar,dipadu dengan seragam kebesaran namun khas itu tak lupa dengan tas selempangnya yang semakin membuat kadar ketampanannya bertambah,sedang duduk sambil memainkan HP nya.

Yoona berjalan menghampiri namja itu.

”Annyeong Woo Hyun-a”

Woo Hyun mendongak dan melihat bingung ke arah Yoona sedetik kemudian ia melihat jam tangan hitam yang melingkar di tangan kekarnya lalu tersenyum sumringah.

”Heolll! Uri Yoona-ya, mengapa kau tak selalu datang jam segini eoh?Jadi aku tak usah lama-lama berdiam diri disini” ucapnya yang seperti rajukan membuat Yoona mengernyit.

”Aku berangkat dengan Appa ku,jadi harus sepagi ini.Lalu mengapa kau menungguku eoh? Kau tahukan aku malas berangkat pagi” Jawab Yoona seadanya karena dia tidak bisa bersikap dingin jika dengan Woo Hyun

”Heoll! Kau berangkat dengan Appa mu? Woahh”

”Sudahlah,ayo masuk kelas” sahut Yoona sebelum Woo Hyun menanyakan hal-hal tak penting,yang mengganggu pikirannya.

Woo Hyun hanya mengangguk seakan mengerti jika Yoona sedang dalam mood buruk.


Minta dukungannya chingu!


When i'm goneStories to obsess over. Discover now