Chapter 1

560 26 9
                                        

Ily pov

SMA Bunga Lestari adalah SMA tempat ku sekolah sekarang. Aku gadis berusia 14 tahun, aku berasal dari keluarga yang berada akan tetapi aku memiliki sikap pendiam dan grogi dan karena itu banyak yang tidak mau berteman denganku. Namaku Ily Grilina, tubuhku tidak tinggi dan tidak pendek juga bisa di bilang sedang-sedang lah, aku memang tidak mempunyai banyak teman dan meskipun aku mempunyai teman itu hanya sebatas dalam kelas saja pada saat aku SMP.

Dan akhirnya hari yang ku tunggu-tunggu datang juga yaitu hari kelulusan ku, ya meskipun aku ada sedikit takut karena aku akan menginjak bangku SMA dan tentunya akan ada banyak orang yang tidak aku kenal disana yang tentunya juga tidak akan ada yang mau berteman denganku, yah... tapi aku tidak ambil pusing soal itu karena menurutku sendiri lebih baik dan lebih tenang.

Skip beberapa hari kedepan aku telah memasuki hari MOS

"mama aku berangkat dulu ya" kata Ily. "sarapan dulu sayang nanti maag mu kambuh" balas mama Lia. "gak usah mah aku udah terlambat nih, nanti aku sarapan di sekolah aja" kata Ily. "yaudah kamu hati-hati ya jangan lupa sarapan di sekolah" kata mama Lia. "iya ma assalamualaikum" kata Ily. "waalaikumsalam" balas mama Lia.

Aku pun berangkat ke sekolah setelah berpamitan dengan mamaku. Dan setelah beberapa saat aku pun masuk ke area sekolah dan sepertinya aku sudah terlambat. Aku sudah melihat peserta mos sudah berkumpul di lapangan, aku pun mempercepat langkahku. Tapi sayangnya panitia mos pun melihatku dan menyuruhku untuk bergabung dengan barisan yang terlambat. Setelah beberapa saat panitia mos pun datang untuk memberikan arahan kepada kami yang terlambat.

"kalian ini masih hari pertama sudah terlambat, emangnya gak ada usaha apa supaya kalian gak terlambat..........bla.....bla.....bla" kata panitia mos.

Masih jadi panitia udah banyak aja ceramahnya, gimana nantinya kalau jadi guru... mungkin tambah lebih ribet lagi urusannya.

"baiklah kalian akan di hukum, hormat bendera selama 45 menit dan di mulai dari sekarang" kata panitia mos dengan nada tegasnya. Akhirnya aku terpaksa melakukannya, mana perutku mulai terasa pedis lagi karena gak sempat sarapan tadi pagi.

Dan setelah 30 menit hormat bendera, aku mulai merasa penglihatanku buram, pusing telah melanda kepalaku. Aku pun merasa oleng dan akhirnya bruk............... aku pun jatuh pingsan.

Setelah beberapa lama, aku pun bangun dari pingsan dan menyadari aku sedang berada disebuah ruangan dan ada satu orang siswa yang sedang mengerjakan sesuatu yang entah apa itu aku pun tidak tahu. Tubuhku masih terkulai lemah, kepalaku masih terasa pusing hingga akhirnya orang tersebut menyadari aku telah siuman dan dia pun menghampiriku, sebut saja namanya Rina.

"hey udah mendingan?" tanya Rina. "udah kak, hanya saja masih sedikit pusing" jawabku. "hmm...kamu gak sarapan ya tadi pagi?.. sepertinya kamu terkena maag" kata Rina. "iya kak, aku gak sarapan tadi pagi" kataku. "yaudah kamu makan dulu..ini" kata Rina sambil menyerahkan makanan padaku.

Setelah keadaanku pulih aku pun keluar dari ruangan tersebut yakni ruang PIK-R, dan ternyata bel pulang telah berbunyi dan peserta mos pun telah berkumpul di lapangan. Dan aku pun segera menyusul ke barisan tersebut.

Setelah beberapa penyampaian tersebut disampaikan kami pun dibubarkan. Aku pun berjalan keluar dari halaman sekolah, aku berjalan sambil menunggu taksi dikarenakan supir pribadiku lagi bermasalah. Di perjalanan aku kepikiran soal aku pingsan tadi. "kira-kira siapa ya yang menolongku tadi? Apa jangan-jangan salah satu dari panitia mos......hmmm mungkin. Aku harus berterima kasih nih". Dan tanpa sadar aku pun berjalan dekat dengan jalan raya dan sebuah mobil pun datang menuju kearahku dan Tak....tak....tak.

Aku terlalu takut sampai-sampai aku tidak sadar aku ditolong seseorang.

"hey... kamu gak papa" tanya seseorang tersebut yang kuyakini suara tersebut suara laki-laki. Aku pun membuka mataku dan langsung menatap mata hitam yang indah laki-laki tersebut dan ternyata aku berada dipelukannya. Aku pun terkejut dan langsung bangkit dari pelukannya. "ma..maaf"kataku terbata-bata karena aku masih merasa takut. "hey, kamu gak papa kan?" tanya nya lagi. "iya a..aku gak papa" kataku. Dia pun langsung menarik tanganku menuju ketempat yang yang lebih baik. "nih minum dulu" katanya sambil menyodorkan sebotol air mineral dan aku pun langsung meminumnya. Setelah meminumnya aku melihat dia membersihkan luka di lengannya. Aku pun merasa sangat bersalah hingga mataku mulai memanas dan air mataku pun jatuh.

"maaf" kataku lirih. Ia pun menatap kearahku "gak papa kok Cuma lecet dikit aja.....eh, kok kamu nangis sih kamu gak papakan apa ada yang sakit?" katanya. Air mataku pun mengalir dengan deras "ma...maaf ga..gara-gara aku kamu sampai luka begini" kataku. "udah jangan nangis aku gak papa kok, yaudah aku antar kamu pulang ya" katanya setelah ia membersihkan lukanya. "makasih ta..pi aku pu..pulang sendiri aja" kataku. "gak bisa.... Pokoknya aku harus antar kamu pulang, entar terjadi sesuatu lagi sama kamu kalau kamu pulang sendiri" katanya dan ia pun segera mengambil motor ninjanya dan mengantarku pulang. Di perjalanan hanya ada kebisuan diantara kami dan hingga akhirnya kami berdua telah sampai di depan rumahku, karena aku sudah beritahu alamatnya sebelum berangkat tadi.

"ma..makasih ya udah anterin aku" kataku. "iya sama-sama.... oh iya Ily.... namaku Ali" katanya. Aku pun tersentak kaget karena ia tahu namaku." Darimana kau tahu namaku?" tanyaku. "kau tidak tahu ya?"tanya Ali. "tahu apa?" kataku. "hmm sudahlah lupakan saja yang penting kamu sudah tahu namaku.....aku balik dulu" kata Ali. "baiklah hati-hati" kataku. Dan setelah kepergian Ali aku pun masuk kerumahku, dan sesampainya aku di kamar pikiranku terus melayang pada sosok laki-laki tadi yaitu Ali. "apa ya maksudnya tadi dan kok dia tahu namaku?" gumamku dalam hati sembari berfikir dengan kejadian tadi.

Love Love (Revisi Ulang)Stories to obsess over. Discover now