Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Part 1

35.9K 823 7
                                        

Pria berumur 35 tahun itu tak habis pikir dengan apa yang baru saja ia dengar. istrinya baru saja memintanya untuk mencari seorang wanita untuk menjadi istri kedua, ia tak mungkin mengabulkan perintaan 'gila' istrinya barusan.

"Aku akan melakukan apa saja untuk kamu, tapi jangan pernah meminta aku untuk menikah lagi." Rafel mensejajarkan tubuhnya didepan istrinya yang tengah duduk di sudut ranjang kamarnya, dengan pelan ia genggam kedua tangan Mella.

"Aku gak akan bisa hamil Raf, kamu inget kan rahim aku sudah diangkat 1 tahun lalu." Mella melepaskan genggaman tangan Rafel dan mengelus lembut rahang suaminya.

Rafel berdiri dari hadapan istrinya dan mengusap kasar wajah nya, ia benar-benar tidak mengerti akan pemikiran istrinya. kenapa istri yang sudah dinikahi selama 5 tahun ini, bisa menyuruhnya untuk menikah lagi.

"Raf..."

"Aku gak mau ngomongin masalah ini , aku capek lebih baik kita tidur sekarang." Rafel berjalan menaiki kasur king sizenya dan menarik selimut sampai ke dadanya. Rafel menghindar membicarakan Hal ini.  Dengan memandang tubuh suaminya yang sudah berbalut selimut, ia ikut berbaring di sisi suaminya yang kosong dengan menarik selimut ketubuhnya.

Suaminya marah, bahkan Rafel memberikan punggung ketika Mella menghadapkan tubuhnya ke Rafel, dengan lembut ia usap punggung suaminya itu, ia yakin Rafel belum tidur, walau terlihat gerakan dari nafas teraturnya ciri orang sudah tertidur, Rafel sengaja berpura-pura agar Mella tidak membuka suaranya lagi untuk permintaan 'gila'-nya itu.

Flashback on

"Kita harus segera melakukan tindakan selanjutnya pak, karena sel kanker nya sudah mulai menyebar." Ucap wanita paruh baya dengan jas putihnya.

"apapun akan saya lakukan untuk kesembuhan istri saya Dok, lakukan apa saja yang agar penyakit nya tidak terus menyebar."

"walaupun mengangkat rahim istri anda ?" Tanya sang dokter seketika membuat Rafel mengkerutkan keningnya, membuat dirinya menjadi ragu akan ucapan sebelumnya.

---

Rafel terus menatap wajah pucat istrinya, sudah seminggu istrinya tak sadarkan diri. pelan ia menduduk kursi samping ranjang, tangannya terulur lembut mengambil tangan istrinya yang terdapat jarum infuse, tatapan mata tajamnya barubah menjadi sendu kala melihat keadaan nya saat ini.

Perlahan pintu berwarna putih terbuka, Rafel tidak bergeming ia masih fokus pada wajah pucat istrinya.

"Sampai kapan kamu akan merawat istri penyakitan mu..." pernyataan itu membuat Rafel mengerakan sedikit kepalanya, mencoba melihat dengan ekor matanya siapa yang sudah berkata seperti itu. ia adalah Sarah, Mama wanita yang sudah melahirkan Rafel.

"Mama gak habis pikir, kenapa mendiang papa kamu restuin kamu untuk menikah dengan wanita penyakitan seperti dia." Raut wajah Rafel seketika berubah, ia tak percaya mamanya bisa berbicara seperti itu, bagaimana pun wanita yang disebut penyakitan adalah istrinya, wanita pilihannya.

"Cukup Ma ! Mella adalah istri aku, Rafel sudah menikahinya selama 5 tahun dan sudah menjadi kewajiban aku untuk menjaganya." Ucapnya penuh penekanan dan ditatapnya wajah sang Mama.

"terserah kamu, Mama cuma gak mau perusahaan terbengkalai hanya karena CEO-nya berubah menjadi perwat ." Tutur wanita itu dan berjalan menuju pintu untuk keluar dari ruangan tersebut.

"Oo yaaa... Mama lupa, Mama denger Mella baru saja melakkukan operasi untuk pengangkatan rahim nya... lalu bagai mana cara dia untuk memberikan keturunan keluarga Andreas ?" mamanya bertanya tanpa memikirkan perasaan anak kandungnya.

ContractCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang