VICTORY
Aku terengah engah disela lariku, terik matahari menyengat kulitku, keringat bercucuran didahiku. Kubungkukan badanku dengan menopang kedua tanganku pada lutut. Sudah 3 putaran, kurang 2 putaran lagi.
Semangat!, aku berucap dalam hati. Belum aku berlari sebuah tangan menepuk pundakku. "Hey jangan jalan kamu mau dimarain pelatih" dia lalu berlalu dengan berlari. Aku tersenyum melihat punggungnya aku kembali berlari dengan langkah kecil.
Dia adalah penyemangatku dalam lelahku.
YOU ARE READING
Victory
Teen Fiction#99 in teenfiction (02.03.17) Sahabat dari masa putih biru hingga putih abu - abu. Mereka sama - sama mempunyai hoby yang sama, hampir setiap saat mereka menghabiskan waktu bersama, mereka bangkit bersama dari masalah yang mereka hadapi. Hingga...
