Prologue

21 5 4
                                        

It's my first story. Semoga banyak yang suka sama cerita aku. Maaf klo masih banyak yang gk nyambung atau gimana. Soalnya aku pendatang baru dan masih amatiran. So, hargailah karyaku. Jangan lupa vote sama komennya yaa.

•••

Sebuah mobil berhenti di perkarangan rumah megah bercat salmon. Seorang gadis berkacamata keluar dari dalam mobil seraya membawa boneka Teddy Bear berwarna cokelat, berukuran kecil. Senyum cerah tercetak jelas di wajah cantiknya. Hari ini, ia akan memberikan kejutan untuk sepupunya yang akan berulangtahun ke 17-nya.

Tanpa menunggu waktu lama, dia langsung berjalan menuju pintu utama rumah itu dan menekan bel yang berada di samping pintu tersebut.

Tidak ada jawaban.

Sekali lagi ia mencoba, tapi hasilnya tetap sama. Tidak ada jawaban lagi.

Dia segera meraih gagang kenop pintu dan memutarnya.

Ceklek.

Pintunya tidak terkunci. "Kebiasaan. Kalo ada maling gimana?" gadis itu mendengus karena sepupunya itu sangat ceroboh.

Gadis itu melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah berlantai dua tersebut. Matanya menyapu seluruh bagian dalam rumah untuk mengetahui dimana sepupunya berada.

"Sayang, temenin aku belanja, ya?" suara seorang perempuan membuat gadis berkacamata itu langsung berjalan menuju sumbernya.

Suaranya familiar. Batin gadis berkacamata itu.

Gadis itu mempercepat langkahnya menuju ruang tamu. Boneka Teddy Bear yang dia pegang terjatuh, hatinya langsung hancur seketika, saat melihat sepupunya itu sedang bermesraan dengan kekasihnya.

"Audrey? Rico?" yang di panggil langsung menoleh dan membulatkan matanya. "Abell? Ini semua nggak seperti apa yang lo liat." ucap Audrey berusaha menjelaskan.

"Nggak nyangka gue!" Abellyta menggelengkan kepalanya kecewa. "Sepupu tersayang gue mesra-mesraan sama cowok gue." satu cairan bening jatuh di pipi kanan Abellyta.

"Kita bisa jelasin, Bell." kini Rico yang membuka suara.

"Gu—" ucapan Rico langsung di potong cepat oleh Abellyta. "Nggak ada yang perlu di jelasin lagi. Sumpah! Gue nggak nyangka. Pacar dan sepupu gue munafik!" napas Abellyta mulai terengah-engah.

"Bell." Audrey berjalan kearah Abellyta dan menggenggam tangannya. Namun, Abellyta langsung menepisnya.

"GUE UDAH TAU! KALIAN SEMUA ITU BUSUK! APA INI BALESAN LO, DREY? GUE UDAH NGANGGEP LO ITU ADEK GUE SENDIRI! TAPI APA? LO MALAH NGAMBIL PACAR GUE! KAPAN GUE BISA BAHAGIA KAYAK LO, DREY? BISA PUNYA SEMUANYA. KAPAN? SEKALIPUN GUE BAHAGIA, KEBAHAGIAAN ITU LANGSUNG LO REBUT, DREY! KAPAN SIH GUE BISA KAYAK SEORANG AUDREY NATHANIA? KENAPA GUE HARUS JADI SEORANG ABELLYTA AURA ANANDA YANG HIDUPNYA SELALU HANCUR? APA EMANG GUE NGGAK PANTES BUAT BAHAGIA?"

"Bell." Rico ingin sekali memeluk pacarnya itu, ia menyesali perbuatannya yang telah menduakan Abellyta. Kurang apa coba Abellyta? Cantik, iya. Pintar, iya. Manis, iya. Pokoknya perfect deh.

"DAN, LO! GUE PIKIR LO ITU COWOK TERBAIK YANG EMANG DI TAKDIRKAN TUHAN BUAT GUE. TAPI TERNYATA, GUE SALAH. GUE SALAH BESAR. LO ITU SAMA AJA KAYAK MANTAN-MANTAN GUE YANG DULU! PLAYBOY!" Abellyta memegang dada bagian kirinya yang mulai terasa sakit. Napasnya terasa sangat sesak. Lalu badannya langsung ambruk ke lantai.

"Bell, Bell, lo kenapa?" itulah kata terakhir yang di dengar Abellyta. Dan semuanya menjadi gelap.

•••

Yeayy! Prolognya udahan. Gak jelas, ya? Bomat lah. Yang penting aku udah berusaha.

I want your votmment

Salam manis,

an.

Dostali jste se na konec publikovaných kapitol.

⏰ Poslední aktualizace: Feb 11, 2017 ⏰

Přidej si tento příběh do své knihovny, abys byl/a informován/a o nových kapitolách!

AbellytaPříběhy, které tě pohltí. Začni objevovat