prolog

17 2 0
                                        

"Memooottttt!!!"

Gadis kecil itu berteriak dengan suara yang sangat nyaring sembari berlari mengejar bocah kecil yang masih dengan kencang melangkahkan kakinya.

Nafasnya kian memburu ketika yang dikejarnya tak kunjung dapat ia sergap. Dipandangnya dengan pekat laki-laki itu. Masih dengan sisa tenaganya, gadis itu memperlambat larinya.

"Balikin sepatu aku, Mot! Aku udah capek ngejar kamu!"

"Yaahh, masa kamu nyerah sih, Pot? Kalo nggak mau ngejar, yaudah. Aku juga nggak bakal ngasih sepatu kamu."

Seketika langkah gadis itu berhenti. Ia menyernyitkan matanya menatap tajam laki-laki yang jaraknya cukup jauh di depannya.

"Apa lihat-lihat? Aku ganteng ya? Memang, kok! Hahaha."

Laki-laki itu tertawa mengejek sang gadis. Setelah puas tertawa, raut wajahnya berubah menjadi serius, alisnya terangkat sebelah ketika anak yang sedari tadi digodanya itu menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya dan bahunya bergetar.

"Loh? Kok nangis sih, Pot?" dia berjalan menghampiri dengan langkah besar yang cepat.

Dengan segera ia berikan satu buah sepatu yang direbut paksa olehnya sekitar sepuluh menit yang lalu. Ketika anak itu telah mengambil barang yang sedari ia kejar, tubuh bocah itu menghangat ketika dengan tiba-tiba laki-laki itu memeluknya.

"Maafin Pepot, ya! Jangan nangis lagi, nanti Pepot sedih."

AWESOME YOUWhere stories live. Discover now