Aku berjongkok untuk membetulkan tali sepatuku yang tidak terikat dengan rapih lalu kembali berjalan menuju ruang kelasku yang berada dilantai 2. Aku melewati beberapa ruang kelas lain, banyak siswa siswi yang sedang berada diluar kelas. Sebelum memasuki kelas, aku menyempatkan diri hanya untuk sekedar berkumpul bersama teman-temanku. Aku melipat kedua tanganku pada pagar pembatas dan melihat kerumunan orang-orang yang berlalu-lalang dibawah sana. Perhatianku terfokus sepenuhnya saat seseorang yang tengah bercanda bersama temannya disamping ruang perpustakaan tertangkap pandanganku. Ya, dia adalah Alfariel Sandy. Anak kelas XI-2 yang telah merebut hatiku pada pandangan pertama. Dia tidak begitu populer, bukan pula cowok proporsional yang tinggi seperti anak basket. Tapi aku suka dia, sangat menyukainya sebagai dirinya sendiri. Ahhh,, betapa terpana hatiku akan sosoknya.
Ya Tuhan.. Tawanya,senyumnya.. Mengapa hati ini begitu tenang melihat binar dari mata dan rajut wajahnya??
Tolong jaga dia, tolong jaga aku juga tuhan.. Bisa gila aku karenanya..
Aku tak bisa menghentikan saat kedua sudut bibirku tertarik keatas membentuk sebuah senyuman saat melihat lelaki yang belum lama ini kusukai. Sejak pertama aku bersekolah disini dan bertemu dengannya, sejak itu hatiku tau bahwa ada rasa lain untuknya,kak Alfa.
"Senyum emang shodaqoh, tapi kalo senyum-senyum sendiri pasti ada yang salah. Kayanya lo harus periksa ya?"
Aida yang sedari tadi berdiri disampingku menyindirku,mencoba mengajakku berbicara. Namun aku tetap tak menggubrisnya.
"Ashel.. Liatin kak Alfanya biasa aja dong.. Masa gue dikacangin gini sih?"
Rengeknya.
"Kayanya gue lebih tertarik buat liatin kak Alfa deh dari pada liatin lo." pandanganku masih tidak terlepas dari sosok kak Alfa
"Huh.." Aida menghembuskan nafas kesal,sedangkan aku hanya terkikik geli karena sikapnya yang kesal terhadapku.
KRINGG....
Bel berbunyi, menandakan kegiatan KBM akan segera dimulai. Tanpa mempedulikan kak Alfa lagi, aku segera menyeret tangan Aida untuk memasuki kelas dan duduk di bangku kami masing-masing. Bangkuku dan Aida berdampingan sehingga mudah bagi kami untuk melakukan segala sesuatunya bersama.
"Giliran udah bel aja gue ditarik-tarik, tadi sih gue dikacangin." rupanya Aida masih kesal padaku yang tak menghiraukannya tadi.
"Aida sayang, maaf ya tadi gue ngacangin lo. Habiskan tadi ada kak Alfa yang lo tau sendiri gue suka sama dia. Lain kali kalo lo dikacangin, kumpulin aja ya, trus lo jual biar dapet untung. Ok??" Aida tampak meloading kata-kataku.
"ACELIN ANGELA......!!!!!!!"
***********
Banyak anak-anak yang telah bubar, kelasku memang bubar terakhir karena ada pelajaran tambahan. Mungkin ada beberapa juga yang masih melakukan kegiatan KBM. Aku berjalan menuju gerbang sekolah untuk menemui jemputanku. Ditengah jalan seseorang menepuk pundakku dari belakang, dengan spontan aku membalikkan badanku. Ohh, Dilam dan Aresh ternyata, teman sekelasku yang baru ku kenal 2 minggu ini.
"Shel, nama lengkap lo siapa sih?" tanya Dilam to the point.
"Napa emang?"
"Ya gapapa, gue cuma mau tanya aja. Setiap kali lo di absen pasti agak aneh ditelinga gue."
"Oh,, Acelin Angela."
"Shel, lo dapet salam tuh." Arest yang sedari tadi diam akhirnya angkat suara.
"Dari siapa?"
"Kak Alfa. Alfariel Sandy. Lo tau dia kan?" Degg!! Kak Alfa kirim salam buat aku?? Mimpi apa aku semalam??
Tanpa sadar pipiku sudah merona hangat namun pikiranku masih berkalut tentang kak Alfa. Ternyata rona dipipiku ini disadari oleh Dilam dan Aresh. "Ekkhhmm.. Pipi lo napa tuh, shel?" canda Aresh.
Aku memegangi kedua pipiku. "Ga usah salting gitu kali shel. Diliatin noh ama kak Alfanya." aku terkejut dengan ucapan Dilam.
"Emangnya ada kak Alfa? Dari tadi gue ga liat-liat kak Alfa tuh."ucapku membantah. Tiba-tiba sekelebat bayangan bergerak dari samping koridor. Aku terbelalak kaget melihat kak Alfa yang berdiri disana sambil bersandar pada dinding. Terlihat jelas senyum di wajah kak Alfa yang terus memandangiku intens.
Aku menundukkan pandanganku, ku rasa wajahku sudah semakin memerah. Jantungku berdegub dengan kencang. Rasanya ada ribuan kupu-kupu yang terbang didalam perutku.
Ugghh,, sialan! Kenapa harus gini sih?!
Aku tak bisa mengontrol diriku yang saat ini sangat gugup. Ku dengar Dilam dan Aresh yang menahan tawanya.
Ku menarik nafas dalam agar dapat berbicara pada Aresh dan Dilam. "Umm,, gue harus buru-buru nih. Ada kegiatan yang harus gue kerjain. Salam balik aja ya buat kak Alfanya." aku tak berani melihat wajah mereka, langsung saja aku membalikkan badanku dan berlari kecil menuju gerbang sekolah. Terlihat mobil mama yang sudah menungguku diluar gerbang. Samar-samar aku mendengar tawa Dilam dan Aresh.
Ohh,,ku yakin mereka pasti menertawai sikap konyolku ini. Lagi ngapain sih lo pake salting segala Shel??
Rutukku pada diri sendiri.
YOU ARE READING
Only You
RomancePertemuan itu telah merubah segalanya. Kurasa, ku t'lah jatuh hati. Tapi takdir cinta tak bisa ku ubah, Walaupun rasa ini tak bisa kuhindari. Kasih,, Pergilah kemanapun kau harus pergi. Temukan semua yang sudah seharusnya kau miliki. Cita,cinta,hara...
