Prolog

31 1 4
                                        

Seorang gadis kecil berlari sekencang mungkin untuk menghampiri kakak laki-lakinya dengan membawa tedy bear kesayangannya. Tak disangka, gadis kecil itu terjatuh setelah tersandung batu kecil yang ada ditaman rumahnya. Sontak, kakak laki-lakinya berlari menghampiri adek yang sudah terjatuh.

"Arel gak papa?"tanya kakaknya. Arel hanya menjawab dengan suara tangisan yang begutu terdengar menyesakkan. Namun, seberapa sakit yang ia rasakan saat ini tak sebanding dengan apa yang baru saja ia alami, sesuatu yang terjadi diantara ayah dan bundanya.

"Kak?" Panggil Arel dengan nada yang begitu mencekat.
"Iya adek sayang?"
"Kakak, Arel sa....yaaa...ng... ka...kakkk" ucapnya terbata-bata.
"Iya, kakak ju..."

PYAR! Seketika ucapan sang kakak terputus oleh suara pecahan kaca yang sepertinya baru saja dipecahkan. Dan tak lama setelah suara tersebut terdengar, seorang oerempuan setengah baya lari dengan nafas yang terpenggal-penggal dan beberapa tetes air mata.

"Kakak, ayo ikut bunda," ajak perempuan rersebut terhadap anak sulungnya.
"Mau kemana bun?"
"Ikut aja, ayo," sambil menghapus butiran air mata, ia menarik anak sulungbya menjauh dari rumah tersebut.
"BUNDA! KAKAK! AREL IKUTTTT!"
"Nggak sayang, Arel disini sama ayah," tahan seseorang yang muncul dibelakang Arel.
"Nggak mau! Arel maunya sama bunda sama kakak!"
"Arel, nurut sama ayah sayang,"
"Nggak mauuu!" Tolaknya mentah-mentah, Arel masih terus memberontak pegangan ayahnya, namun kekuatan anak yang baru saja berumur 2 tahun itu tak sebanding dengan kekuatan ayahnya. Akhirnya Arel menyerah dan hanya menangis tak berdaya.

"BUN....DAAAAAA.... KA...KAAAKKK!"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 07, 2017 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

BelieveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang