Kau berjalan menjauh
Meninggalkanku membeku, terdiam tanpa suara
Terpaku pada posisi yang sama
Tak bisa melangkah maju, maupun berjalan mundur
Ingin rasanya mengejar bayangmu yang makin lama makin menjauh,
Mencoba mengembalikan apapun yang tersisa
Entah setitik matahari, atau sebutir rembulan
Berkatapun sulit, tak terbayangkan rasanya berlari
Nyanyian dewa-dewi langit terdengar seperti gumaman yang mencaci-maki
Sungguh, langkahmu tak terhenti
Menoleh sedikitpun untuk melihat bintang saja tidak
Kau hanya diam membisu
Melangkah kemana angin membawamu pergi
Sayang sekali, angin tak berpihak padaku malam itu
Membawaku dalam ilusi
Melelapkanku lebih jauh dalam mimpi
Kembalilah, ingin aku katakan
Kembalilah pada saat dimana 'kita' merupakan awal dari semuanya,
Pada saat 'aku' dan 'kamu' merupakan suatu kesatuan
Pada saat dunia berpihak pada kita
Pada saat semuanya hanya kau dan aku
Pada saat kita dan kita
Aku hancur berkeping-keping, dan kau hanya berjalan diatasnya
—
Cr : Amaristya.
