1

75 12 1
                                        

Matahari telah menunjukkan sinarnya dibalik jendela milik seorang gadis yang masih setia dengan selimut menutupi seluruh tubuhnya.

"Sayang, ayo bangun ini sudah siang" ucap wanita paruh baya itu membangunkan anaknya.

"5 menit lagi Eomma.." ucapnya menggeliat sedikit.

"Ayo sayang bangun, kau lupa kalau kita akan pergi piknik sore ini ?" ucapnya seraya menarik selimut anaknya.

"Hm, nde eomma aku akan bangun. Tapi masakkan makanan kesukaanku, yah?"

"Arraseo chagi.. Ayo kamu sekarang mandi, Eomma tunggu dibawah."

"Iya" ucapnya seraya meninggalkan tempat tidurnya dan menuju kamar mandinya.

Setelah melakukan semua yang biasa ia lakukan di pagi hari, Yeonhee segera menuruni anak tangga dan langsung menuju kearah meja makan dimana Ibunya sudah menunggunya sedari tadi.

"Eomma, appa eodi ?" tanyanya seraya mendudukkan dirinya.

"Ayahmu sedang ada kerjaan mendadak, dia minta maaf tidak bisa ikut dengan kita piknik, Yeonhee-ah" ucapnya mengusap lembut puncak kepala Yeonhee.

"Huhh, selalu saja begitu. Apa dia tidak ada waktu dengan kita walau itu hanya sebentar ? Apa pekerjaan itu lebih penting daripada keluarganya sendiri ?" tanya Yeonhee bertubi-tubi kepada sang ibu.

"Yeonhee-ah kau tidak boleh seperti itu. Dia mencari nafkah untuk kita, dia bekerja juga untuk dirimu agar kau bisa bersekolah dengan baik. Ingat Yeonhee ayahmu memiliki tanggung jawab besar di perusahaannya." tegas ibu Yeonhee kepada anaknya.

"Terserah padamu Eomma silahkan bela saja terus dia." ketus Yeonhee.

"Yeonhee-ah, kau jangan seperti ini. Eoh? Kalau Eomma pergi siapa lagi yang akan merawatmu kalau bukan ayahmu sendiri ?" pertanyaan ibu Yeonhee membuatnya terkejut dan langsung menghadap ibunya.

"Eomma, apa yang kau katakan ? Memangnya kau ingin kemana ?" tanya Yeonhee dengan raut wajah khawatir. Ibunya sendiri kaget dengan pertanyaannya sendiri.

"Aniya, eomma tidak akan kemana-mana. Eomma hanya bercanda, eoh!" ucapnya memberikan senyuman lembut kepada Yeonhee agar anaknya ini tidak lagi khawatir.

"Aih, Eomma ini suka membuatku khawatir yah ?" kesal Yeonhee yang disambut dengan kekehan sang Ibu.

"Ah, sudah sudah. Lebih baik kita bersiap saja. Ok ?"

"Hm baiklah. Aku ke atas dulu Eomma!". Ucapnya seraya meninggalkan ibunya sendiri di dapur.

"Maafkan Ibu, Yeonhee-ah. Ibu mencintaimu, tapi ibu harus pergi. Mianhe Kim Yeonhee, mianhe Kim Seowoon. Aku mencintai kalian" Ucap ibu Yeonhee dalam hati menahan tangisnya agar air matanya tidak keluar.

Yah, Kim Yeonhee adalah anak dari Kim Seowoon konglomerat di Seoul. Dia adalah pemilik salah satu sekolah elit di Korea dan pemilik perusahaan-perusahaan besar di Korea. Juga, Kim Yeonhee anak dari salah satu wanita karir yang sukses di Korea. Kim Seolhyun. Wanita dengan hati yang sangat lembut dan di cintai oleh masyarakat.

***

***

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Miracle ?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang