Prolog

4 0 0
                                        

Here you go~

Selamat membaca😆

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Author POV

Tak.. tak.. tak.

Suara sepatu memenuhi lorong sekolah SMAN 91 Bekasi. Dia berjalan sendirian di pagi nan indah itu. Di kanannya terdapat lapangan yang bisa kita lihat di jendela lorong sekolah itu. Di lapangan, para pemain basket andalan sekolah sedang berlatih untuk turnamen minggu depan. Tetapi ia hanya berjalan lurus tidak peduli dengan apa yang mereka lakukan di lapangan, menghiraukan sorak - sorakan dari teman sebayanya yang datang pagi hanya untuk melihat latihan basket tersebut.

Dia terus berjalan hingga ia berhenti di depan ruangan yang masih baru. Ia melihat ke atas pintu. Di sana terdapat tulisan,

XI MIA 3

Yap, itu adalah kelas yang ia duduki saat ini. Anyaa, kok cuman diliatin doang? Gak masuk nih? Kata seseorang yang sedang berjalan menuju tempatnya saat ini. Eh? Ah iya.. Cuman mau liat doang tulisan xi mia 3 kok hehehe kata Anya sambil tersenyum senang melihat teman yang duduk di belakang mejanya datang. Ish apaan sih kata Zahra sambil menunjukan muka datarnya.

Anya hanya bisa ketawa kecil melihat ekspresi Zahra. Zahra memasuki kelas terlebih dahulu.

Anya mengambil nafas lalu ia hembuskan. Melangkahkan kakinya yang terasa berat tak ingin pergi dari tempatnya saat ini ke dalam kelas.

Hari yang berat dimulai kembali ucapnya dalam hati.

Is Life Never Flat?Where stories live. Discover now